RADARTUBAN - Perusahaan semikonduktor yang berasal dari Taiwan, TSMC disebut-sebut akan berfokus untuk mengembangkan fasilitas mereka di Amerika Serikat.
Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap kekhawatiran dan tekanan dari pemerintahan Trump yang merencanakan memberikan tarif hingga 100 persen bagi chip asal Taiwan.
Dilansir dari Wccftech, TSMC bahkan telah menunda pembangunan fasilitas di Jepang dan Jerman hingga batas waktu yang tidak ditentukan demi berfokus pada Negeri Paman Sam.
Fasilitas pengecoran chip milik TSMC yang berada di Arizona, AS, saat ini menjadi satu-satunya fasilitas yang memproduksi chip tercanggih milik perusahaan tersebut.
Fasilitas ini juga direncanakan aman memproduksi massal chip dengan arsitektur 1,4 mm pada akhir dekade ini.
Permintaan chip yang tinggi dari perusahaan seperti NVIDIA, Apple dan bahkan Microsoft membuat kapasitas produksi disana semakin meningkat.
Hal ini pula membuat posisi Amerika menjadi pasar yang menarik bagi TSMC ditengah ketegangan geopolitik saat ini yang mendorong negara tersebut untuk mengurangi ketergantungan mereka ke pihak asing.
Bukan hanya TSMC, perusahaan teknologi lainnya seperti Foxconn dan Quanta juga mulai mengalihkan operasional mereka ke AS.
Dengan tren tersebut, slogan Made in USA yang kerap digaungkan oleh Trump sedikit demi sedikit menjadi kenyataan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni