RADARTUBAN - Sudah menjadi rahasia umum game seluler pada jaman sekarang dipenuhi dengan mikrotransaksi seperti loot box.
Tak seperti kebanyakan game konsol yang diharuskan membeli di awal, game seluler menggratiskan pengguna untuk mendownload game tersebut.
Meski begitu, game seluler tak sepenuhnya gratis karena kerap kali pengguna dipaksa untuk membeli item demi melanjutkan progres, atau hanya sebagai kosmetik di dalam game.
Masalahnya, praktik tersebut sering kali dikemas dengan sistem loot box yang mengharuskan pengguna untuk terus mengeluarkan uang demi item yang diinginkan.
Menanggapi efek kecanduan dan pemborosan uang, pemerintah Brasil resmi mengesahkan UU baru yang melarang adanya sistem loot box bagi pemain dibawa usia 18 tahun.
Melansir dari Wccftech, aturan ini akan mulai berlaku pada Maret tahun depan setelah ditandatangani oleh presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva.
Dalam aturan baru itu, setiap game yang masih menyertai sistem loot box akan otomatis diberi label peringkat 18+.
Sedangkan game yang tidak ingin diberi rating tersebut, diharuskan menghapus sistem loot box di dalamnya.
Regulasi ini sengaja dibuat demi melindungi pemain muda dari praktik yang dianggap mirip seperti judi online.
Langkah Brasil ini mengikuti jejak negara lain seperti Belgia yang menerapkan aturan serupa bahkan sejak tahun 2018.
Dengan adanya aturan ini, EA telah menghentikan penjualan poin FIFA di Belgia.
Setelah UU ini berlaku, pertanyaan tertuju pada otoritas Brasil dalam menegakkan aturan baru ini.
Banyak pihak menantikan seberapa ketat Brasil dalam menerapkannya serta bagaimana industri game di sana menghadapi regulasi baru ini.
Ada kemungkinan pengembang besar seperti EA akan melobi pemerintah Brasil untuk memperlonggar aturan tersebut demi mencegah game populer seperti EA Sports FC diberi rating 18+.
Jika aturan baru ini berhasil dijalankan secara efektif, tak menutup kemungkinan Brasil akan menjadi tolok ukur penerapan regulasi serupa di banyak negara lainnya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni