RADARTUBAN - Sosial media Facebook punya banyak fitur yang membuat platform tersebut tetap eksis hingga saat ini.
Meskipun banyak laporan jumlah pengguna aktif menurun, tetapi hal tersebut tidak membuat perusahaan menganaktirikan platfom yang membesarkan nama Meta itu.
Hal ini terbukti ketika Meta melakukan perombakan besar pada Facebook Marketplace yang membuat layanan ini tetap relevan terkhususnya di kalangan pengguna muda.
Dalam pengumuman pada 13 November kemarin, Meta menghadirkan pengalaman belanja yang lebih interaktif, kolaboratif, serta dukungan AI yang akan membuat proses jual beli menjadi lebih efisien.
Salah satu pembaruan utama yang dihadirkan adalah fitur koleksi. Melalui opsi baru ini, pengguna dapat mengelompokkan beberapa item ke dalam satu tempat.
Selain itu, pengguna juga dapat mengundang teman untuk ikut menambahkan item lain. Kurang lebih konsep baru ini sama seperti fitur Pin yang ada pada Pinterest.
Koleksi ini dapat diatur menjadi publik atau privat, serta mampu dibagikan ke Feed, Messenger, hingga WhatsApp.
Dengan begitu, fitur koleksi menjadi opsi yang tepat digunakan saat berencana membeli barang-barang tertentu secara pribadi atau bersama teman.
Meta juga mulai menguji coba opsi pembelian kolaboratif. Fitur ini menawarkan cara untuk mengundang teman ke dalam obrolan dengan penjual.
Dengan cara ini, negosiasi harga, jadwal pengambilan barang, atau hanya sekedar memastikan kondisi produk bisa dilakukan secara bersama-sama.
Tidak berhenti sampai di sana, Meta juga menghadirkan kolom komentar dan reaksi pada item yang dijual.
Hal ini membuka peluang untuk lahirnya konten viral dari postingan di Marketplace Facebook.
Dan yang terakhir adalah integrasi dengan Meta AI. Hadirnya kecerdasan buatan ini membuat pengguna akan melihat beberapa rekomendasi pertanyaan yang disarankan pada saat menghubungi penjual.
Fitur ini memanfaatkan kemampuan Meta AI dalam memahami item yang dijual dan percakapan untuk membantu menghasilkan rekomendasi pertanyaan yang relevan.
Selain di ranah obrolan, Meta AI juga akan membuat rangkuman dari item yang ditawarkan dan insight khusus untuk beragam kategori barang yang dijual.
Pembaruan ini membuat Marketplace menjadi lebih terbuka karena memadukan elemen media sosial, AI, tetapi tidak meninggalkan tujuan utamanya, yakni kegiatan jual beli. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni