RADARTUBAN - Platform Reddit akhirnya mengikuti jejak sosial media lain dengan mulai menguji fitur verifikasi akun untuk tokoh publik dan bisnis resmi.
Langkah ini menjadi awal perubahan dari Reddit yang selama ini idealis dengan mengedepankan prinsip anonimitas pengguna.
Dalam uji coba terbatas, sejumlah akun terpilih mulai dari jurnalis media besar, hingga merek berlabel resmi mendapatkan tanda centang abu-abu sebagai bukti verifikasi identitas.
Berbeda dengan X yang menerapkan metode centang biru berbayar, Reddit lebih mirip seperti era awal Twitter sebelum diakusisi oleh Elon Musk.
Platform yang hingga kini masih di blokir di Indonesia itu memilih untuk selektif, tidak menerapkan sistem berbayar, dan fokus pada kejelasan pengguna.
Reddit menegaskan verifikasi ini akan bersifat sukarela dan bukan untuk status eksklusif tertentu.
Tetapi tujuan utama sistem centang abu-abu ini adalah untuk membantu pengguna lain mengetahui dengan siapa mereka berinteraksi, terutama saat program AMA, diskusi ahli, atau penyebaran informasi penting.
Fitur ini tidak bisa diajukan oleh pengguna, bahkan tokoh yang sudah terkenal sekalipun.
Pasalnya, saat ini Reddit akan memilih sendiri akun yang memenuhi syarat berdasarkan reputasi baik dan aktivitas yang konsisten.
Tetapi, perusahaan menegaskan akan membuka verifikasi kesemua pengguna di kemudian hari.
Sedangkan untuk akun yang bertanda NFSW atau aktif di komunitas NFSW otomatis tidak akan lolos dalam sistem verifikasi ini
Centang abu-abu yang didapatkan pengguna juga tidak akan membuka fitur eksklusif apapun.
Moderator tetap memegang kendali dan kontrol penuh atas aturan dari subreddit masing-masing.
Selain itu, Reddit juga tengah menyiapkan sistem verifikasi yang berbasiskan pihak ketiga setelah semuanya siap.
Meskipun masih dalam tahap uji coba terbatas, langkah ini menjadi upaya Reddit untuk mengurangi kebingungan dan memerangi misinformasi.
Dalam ekosistem yang mengedepankan anonimitas, centang abu-abu ini menjadi jalan tengah antara privasi dan kejelasan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni