RADARTUBAN - Di era digital saat ini, menguasai bahasa Inggris bukan lagi sekadar nilai tambah; itu sudah menjadi keterampilan dasar yang harus dimiliki setiap orang.
Kecerdasan buatan (AI) dan kemajuan teknologi yang cepat telah memungkinkan aliran data global yang tak terbatas.
Di tengah derasnya perubahan ini, bahasa Inggris berfungsi sebagai jembatan penting agar kita bisa memahami berbagai pengetahuan dan wawasan modern yang sebagian besar disajikan dalam bahasa tersebut.
Namun, ketika kebutuhan akan kemampuan bahasa Inggris semakin tinggi, berbagai laporan internasional justru menunjukkan bahwa kemampuan bahasa Inggris di banyak negara tidak banyak berkembang.
Dalam beberapa tahun terakhir, tingkat kemahirannya cenderung stagnan, seolah dunia bergerak cepat sementara kemampuan berbahasa kita tetap di tempat.
Kondisi ini menunjukkan bahwa, meskipun kemajuan teknologi semakin cepat, tidak semua orang mampu memenuhi tuntutan bahasa yang semakin tinggi di era digital.
Kemampuan masyarakat untuk menguasai bahasa yang diperlukan untuk menggunakan kemajuan teknologi dan kesiapan mereka untuk mengikuti kemajuan tersebut semakin terlihat.
Indonesia juga mengalami masalah yang sama.
Sebuah penelitian pendidikan menunjukkan bahwa bahasa Inggris masih kurang dipahami masyarakat.
Kemampuan bahasa Inggris seseorang sering dikaitkan dengan berbagai faktor, termasuk perbedaan kualitas pengajaran, keterbatasan akses belajar, dan kesenjangan antardaerah.
Ada sedikit kesempatan untuk belajar bahasa Inggris secara teratur di banyak tempat di luar kota-kota besar.
Akibatnya, peningkatan kemampuan masyarakat tidak proporsional. Pada akhirnya, ketidaksesuaian ini memengaruhi posisi Indonesia di tingkat global dalam penguasaan bahasa Inggris.
Dari 116 negara dalam kategori Keahlian Rendah, Indonesia kembali menempati peringkat 80 dalam laporan EF EPI terbaru.
Peringkat ini menunjukkan bahwa kemampuan kita dalam bahasa Inggris belum meningkat secara substansial, dan kita masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan untuk memperbaiki ketertinggalan kita.
Menguasai bahasa asing semakin penting. AI telah mengubah cara kita berkomunikasi, belajar, dan bekerja di seluruh dunia.
Kemampuan berbahasa, terutama bahasa Inggris, dan literasi digital sangat penting untuk tetap relevan dan bersaing di pasar kerja modern di tengah perubahan besar ini.
Akibatnya, laporan EF English Proficiency Index (EF EPI) tahun 2025 menekankan kembali betapa pentingnya bahasa Inggris di era di mana kecerdasan buatan semakin banyak digunakan.
Tahun ini, EF juga memperbarui metode penilaiannya dengan menggunakan teknologi kecerdasan buatan EF EFEKTA untuk menilai kemampuan menulis dan berbicara siswa.
Perubahan ini membuat hasil penilaian lebih sesuai dengan kemampuan siswa dalam dunia digital saat ini.
Selama lebih dari sepuluh tahun, EF EPI mengukur kemampuan bahasa Inggris melalui EF SET, sebuah tes berstandar internasional yang mencakup seluruh level dalam CEFR.
Pada laporan 2025, lebih dari dua juta peserta dari berbagai negara ikut berpartisipasi, memberikan gambaran yang luas tentang kemampuan bahasa Inggris di tingkat global.
Pentingnya kemampuan produktif seperti berbicara dan menulis juga disampaikan oleh Yunita Yanti, Academic Operations Manager EF EFEKTA English for AdultsIa menekankan bahwa kedua keterampilan ini semakin penting di era digital.
Terutama saat berinteraksi secara global dan menggunakan AI membutuhkan komunikasi yang lebih jelas dan efisien. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama