Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Masuk Ekosistem Oppo, Realme Dikabarkan Mulai PHK Karyawan di India Akibat Restrukturisasi Internal

Andika Julia Perdana Putra • Sabtu, 7 Februari 2026 | 06:30 WIB

Realme dilaporkan PHK sebagian karyawan setelah bergabung dengan Oppo.
Realme dilaporkan PHK sebagian karyawan setelah bergabung dengan Oppo.

RADARTUBAN – Bergabungnya Realme ke dalam ekosistem Oppo mulai menimbulkan dampak nyata, khususnya bagi karyawan Realme di India.

Sejumlah laporan menyebut perusahaan telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) di beberapa wilayah sebagai bagian dari proses integrasi operasional.

Langkah ini disebut sebagai bagian dari restrukturisasi internal menyusul perubahan posisi Realme di dalam grup Oppo.

Dari Merek Independen ke Struktur Oppo

Realme memulai kiprahnya sebagai merek independen pada 2018. Meski sejak awal memanfaatkan infrastruktur Oppo, Realme tetap menegaskan memiliki pusat riset dan pengembangan (R&D) serta layanan purnajual sendiri.

Baca Juga: Resmi Direstrukturisasi, Realme Kembali di Bawah Oppo dan Diposisikan sebagai Sub-Merek Global

Namun arah tersebut berubah setelah Realme resmi masuk ke dalam struktur perusahaan Oppo pada awal tahun 2026.

Realme dan OnePlus Jadi Sub-merek Oppo

Mengutip sejumlah sumber, Realme dan OnePlus kini akan diposisikan sebagai sub-merek dalam ekosistem terpadu Oppo.

Integrasi ini bertujuan menyederhanakan operasional, namun berdampak pada perampingan organisasi, terutama di sektor penjualan dan ritel.

India menjadi salah satu wilayah yang terdampak paling signifikan.

Posisi Penjualan dan Ritel Paling Terdampak

Sejumlah posisi yang dikabarkan terkena PHK meliputi manajer penjualan, staf lapangan, serta karyawan ritel.

Wilayah terdampak antara lain Delhi, Haryana, Punjab, dan beberapa kawasan lain di India.

Bahkan, sebagian karyawan disebut diminta mengajukan surat pengunduran diri dengan tenggat waktu hingga April 2026.

Restrukturisasi untuk Hilangkan Fungsi Tumpang Tindih

Restrukturisasi ini dilakukan untuk menghilangkan fungsi yang dinilai tumpang tindih.

Divisi pemasaran, distribusi, serta jaringan layanan purnajual Realme ke depan akan lebih banyak mengandalkan infrastruktur milik Oppo.

Langkah ini disebut sebagai strategi efisiensi dalam ekosistem terpadu perusahaan.

Baca Juga: Resmi Direstrukturisasi, Realme Kembali di Bawah Oppo dan Diposisikan sebagai Sub-Merek Global

Dampak bagi Konsumen dan Sikap Realme

Bagi konsumen, perubahan ini berpotensi memberikan keuntungan karena jaringan pusat layanan Oppo yang lebih luas dan stabil, termasuk dukungan perangkat lunak yang lebih terintegrasi.

Hingga saat ini, Realme belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait PHK maupun perubahan struktur organisasi tersebut.

Meski begitu, peluncuran produk Realme diklaim tetap berjalan normal di bawah ekosistem Oppo. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#india #realme #oppo #pemutusan hubungan kerja #phk