Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Lindungi Privasi Pengguna, Google Permudah Penghapusan Konten Sensitif

Andika Julia Perdana Putra • Kamis, 12 Februari 2026 | 12:30 WIB
Google hadirkan alat untuk hapus gambar tak senonoh.
Google hadirkan alat untuk hapus gambar tak senonoh.

RADARTUBAN - Internet sudah menjadi tempat berbagai informasi tersedia, termasuk konten negatif seperti foto tak senonoh.

Mengatasi hal tersebut, Google menghadirkan alat baru untuk membantu pengguna yang menjadi korban penyebaran gambar seksual tanpa persetujuan, atau non-concensual intimate images (NCII).

Fitur ini akan memberikan opsi bagi pengguna untuk mengajukan penghapus konten dari hasil Google Search sebelum menyebar lebih luas.

Cara menggunakan fitur ini juga terbilang sederhana. Pengguna hanya perlu mengetuk ikok titik tiga di gambar hasil pencarian, lalu memilih opsi Hapus hadil dan Ini menunjukkan gambar seksual saya.

Google kemudian akan meminta pengguna memberikan sejumlah detail melalui formulir, termasuk apakah gambar tersebut asli atau hasil manipulasi deepfake.

Selain itu, pengguna juga bisa melaporkan beberapa gambar sekaligus dalam satu permintaan.

Selain konten NCII, tersedia juga opsi pelaporan untuk gambar yang menampilkan anak dibawah usia 18 tahun atau memuat informasi pribadi.

Setelah permintaan penghapus dikirim, pengguna akan menerima pembaruan status melalui email dan hub khusus "Hasil tentang Anda".

Perusahaan mengatakan jika konten terbukti melanggar kebijakan privasi, gambar akan langsung dihapus Google dari hasil pencarian.

Korban atau perwakilannya dapat mengajukan laporan selama mereka adalah subjek di dalam gambar tersebut.

Menariknya, fitur ini juga menawarkan perlindungan tambahan berupa penyaringan hasil agar konten eksplisit tidak lagi muncul di pencarian. Hanya saja, untuk konten yang tidak dilaporkan tetap berpotensi dapat dilihat oleh orang lain.

Untuk dapat menggunakan layanan ini, pengguna perlu menyertakan informasi kontak dan identitas resmi.

Google juga memperkuas pemantauan data sensitif seperti nomor jaminan sosial, SIM, dan paspor agar pengguna dapat segera mengajukan langkah penghapus jika muncul di hasil pencarian.

Fitur ini diluncurkan di sebagian besar negara dan akan diperluas secara bertahap. Google berharap langkah ini dapat meringankan beban korban penyebaran konten intim non-konsensual di internet. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#fitur baru #konten #sensitif #privasi #google #pencarian