RADARTUBAN- TikTok menghadirkan fitur baru khusus untuk pengguna di Amerika Serikat setelah berada di bawah kepemilikan baru. Fitur tersebut bernama Umpan Lokal, yang dirancang untuk menampilkan konten berbasis lokasi pengguna.
Hadirkan Konten Berbasis Lokasi
Sesuai namanya, Umpan Lokal menjadi tab tambahan di layar beranda TikTok. Tab ini akan menampilkan berbagai konten yang relevan dengan lokasi pengguna.
Fitur ini dibuat untuk membantu pengguna mengetahui apa yang sedang terjadi di sekitar mereka.
Konten yang ditampilkan pun beragam, mulai dari rekomendasi restoran, toko, museum, acara lokal, hingga unggahan dari pelaku usaha kecil dan kreator setempat.
Algoritma TikTok akan menyesuaikan konten berdasarkan lokasi, topik yang diminati, serta waktu, sehingga informasi yang muncul terasa lebih relevan dan aktual.
Baca Juga: Gerakan Hapus TikTok Massal, Kreator AS Beralih ke Instagram dan YouTube Pasca Kebijakan Baru
Dikelola TikTok USDS
Fitur baru ini diumumkan oleh TikTok USDS Joint Venture LLC, entitas yang mengelola operasional TikTok di Amerika Serikat.
Pihak perusahaan menyebut Umpan Lokal sebagai upaya untuk memperkuat koneksi komunitas sekaligus mendukung bisnis kecil agar lebih mudah menjangkau pelanggan baru.
Sorotan Isu Privasi
Meski membawa manfaat bagi komunitas lokal, kehadiran fitur ini juga menuai perhatian. TikTok turut memperkenalkan opsi berbagi lokasi yang lebih akurat melalui GPS perangkat.
Namun, fitur “Lokasi Tepat” tersebut bersifat opsional dan secara default tidak aktif. Perusahaan menyatakan pelacakan lokasi hanya dilakukan saat aplikasi digunakan, serta tidak tersedia bagi pengguna di bawah usia 18 tahun.
Kendati TikTok mengklaim data pengguna disimpan secara aman, isu privasi tetap menjadi perhatian publik.
Terlebih, dalam pembaruan syarat layanan terbaru, platform ini disebut dapat mengumpulkan data lokasi yang lebih presisi dibandingkan sebelumnya yang hanya berbasis perkiraan.
Strategi Perkuat Bisnis Lokal
Di sisi lain, langkah ini menjadi strategi baru TikTok untuk memperkuat ekosistem bisnis lokal di AS.
Perusahaan menyebut lebih dari 7,5 juta bisnis di Amerika Serikat telah memanfaatkan TikTok untuk menjangkau konsumen.
Di luar AS, fitur serupa juga telah diuji coba di sejumlah negara Eropa seperti Inggris, Prancis, Italia, dan Jerman sejak akhir tahun lalu. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni