Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kompak, Raksasa Teknologi AS Bersatu Dukung Anthropic Lawan Kebijakan Pemerintahan Presiden Trump!

Tulus Widodo • Jumat, 13 Maret 2026 | 17:09 WIB

Anthropic resmi ajukan gugatan ke pengadilan terkait konfliknya dengan Pentagon.
Anthropic resmi ajukan gugatan ke pengadilan terkait konfliknya dengan Pentagon.

RADARTUBAN – Perseteruan antara perusahaan kecerdasan buatan Anthropic dan pemerintah Amerika Serikat memicu reaksi besar dari industri teknologi global.

Sejumlah raksasa teknologi seperti Google, Microsoft, Apple, dan Amazon kini secara terbuka memberikan dukungan terhadap Anthropic dalam sengketa hukumnya dengan pemerintahan Presiden Donald Trump.

Konflik ini mencuat setelah pemerintah melalui United States Department of Defense atau Pentagon memasukkan Anthropic ke dalam daftar risiko rantai pasokan—status yang biasanya diberikan kepada perusahaan asing yang dianggap berpotensi mengancam keamanan nasional.

Langkah tersebut memicu perdebatan besar di industri teknologi, karena untuk pertama kalinya sebuah perusahaan teknologi asal Amerika Serikat masuk dalam daftar hitam tersebut.

Baca Juga: Konflik AI Memanas, Anthropic Resmi Gugat Pentagon di Pengadilan Federal

Sengketa Berawal dari Batasan Teknologi AI

Menurut laporan yang dikutip dari BBC oleh IDXChannel, sengketa ini bermula dari sikap Anthropic yang menolak mencabut sejumlah pembatasan dalam teknologinya.

Perusahaan yang mengembangkan model AI Claude itu khawatir teknologi mereka dapat digunakan untuk tujuan yang berbahaya.

Kekhawatiran tersebut mencakup potensi penggunaan AI untuk pengawasan massal atau bahkan pengembangan senjata otonom yang mampu bertindak tanpa kontrol manusia.

Sikap tegas inilah yang kemudian memicu konflik dengan Departemen Pertahanan AS.

Dukungan Besar dari Industri Teknologi

Pekan ini, sejumlah perusahaan teknologi terbesar dunia mengambil langkah langka: mereka secara terbuka mendukung gugatan hukum Anthropic untuk membatalkan keputusan Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth.

Dukungan tersebut datang dari berbagai perusahaan yang selama ini juga berada di garis depan pengembangan kecerdasan buatan.

Dalam pernyataannya, Microsoft menilai keputusan pemerintah berpotensi menimbulkan konsekuensi besar bagi industri teknologi secara keseluruhan.

"Ini dapat menyebabkan dampak negatif yang luas bagi seluruh sektor teknologi," kata Microsoft.

Perusahaan itu juga menegaskan bahwa mereka sependapat dengan posisi Anthropic terkait penggunaan teknologi AI.

Microsoft menyatakan bahwa alat kecerdasan buatan tidak seharusnya digunakan untuk melakukan pengawasan massal atau mengembangkan mesin otonom yang dapat secara independen memulai perang.

Baca Juga: Kolaborasi Mozilla dan Anthropic: AI Claude Temukan Puluhan Celah Keamanan di Firefox

Preseden Berbahaya bagi Industri Teknologi

Langkah pemerintah AS memasukkan perusahaan domestik ke dalam daftar risiko rantai pasokan dinilai banyak pihak sebagai preseden yang berpotensi mengubah hubungan antara negara dan perusahaan teknologi.

Selama ini, label tersebut biasanya diberikan kepada perusahaan asing yang dianggap berpotensi mengancam keamanan nasional.

Salah satu contoh paling terkenal adalah Huawei dari China yang pernah dimasukkan ke dalam daftar serupa oleh pemerintah Amerika Serikat.

Namun kasus Anthropic membuka babak baru: perusahaan teknologi AS sendiri kini bisa masuk dalam kategori tersebut.

Perdebatan Besar Soal Masa Depan AI

Sengketa antara Anthropic dan pemerintah AS sebenarnya mencerminkan perdebatan yang lebih besar: bagaimana kecerdasan buatan seharusnya digunakan.

Di satu sisi, pemerintah melihat AI sebagai teknologi strategis untuk pertahanan dan keamanan nasional.

Namun di sisi lain, banyak perusahaan teknologi khawatir penggunaan AI tanpa batas dapat memicu dampak etis dan keamanan yang serius.

Kasus ini berpotensi menjadi tonggak penting dalam menentukan arah regulasi AI global, sekaligus menunjukkan bahwa masa depan teknologi tidak hanya ditentukan oleh inovasi—tetapi juga oleh keputusan politik dan hukum yang menyertainya. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#AI #pentagon #teknologi AS #presiden #Anthropic #donald trump