RADARTUBAN - X (sebelumnya Twitter) mulai mengambil langkah tegas terhadap kreator yang mengandalkan konten clickbait untuk mendongkrak interaksi.
Kebijakan ini diambil guna menjaga kualitas konten sekaligus memberikan ruang bagi kreator orisinil untuk terus berkembang.
Nikita Bier, selaku kepala produk X, menyatakan bahwa akun-akun yang terdampak akan terkena pemotongan pembayaran sebesar 60 persen pada siklus pertama.
Pemangkasan tersebut akan berlanjut dengan pengurangan tambahan hingga 20 persen pada siklus berikutnya.
Baca Juga: Grok AI Diblokir Pemerintah Indonesia Usai Marak Konten Tak Senonoh dan Deepfake Seksual
Aturan ini menyasar kreator X yang kerap menggunakan kata sensasional secara berlebihan seperti "Breaking".
Menurut Bier, praktik ini dinilai memicu manipulasi interaksi dan berpotensi menyingkirkan kreator asli dari linimasa.
Sejumlah akun terdampak mulai menyuarakan keluhan. Salah satunya adalah Dominick McGee atau Dom Lucre, kreator dengan jutaan pengikut yang mengaku kehilangan monetisasi tanpa penjelasan jelas.
Meski membantah menggunakan clickbait, catatan komunitas menunjukkan penggunaan kata “Breaking” secara berulang dalam unggahannya.
Di sisi lain, kebijakan ini juga memicu kekhawatiran dari pengguna lain yang merasa terdampak secara tidak tepat. Akun PoliMath, misalnya, mengaku mengalami penurunan pendapatan meski tidak merasa termasuk kategori agregator.
Kebijakan baru ini menandai upaya X untuk memperketat sistem monetisasi sekaligus merespons kritik terkait kualitas konten di platform tersebut.
Namun, efektivitas algoritma dalam memilah konten masih menjadi sorotan di kalangan pengguna. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni