Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Demi Fokus AI, Meta Pangkas 10 Persen Karyawan Mulai 20 Mei 2026, Sekitar 8.000 Pekerja Terdampak PHK

Andika Julia Perdana Putra • Rabu, 29 April 2026 | 09:35 WIB
Meta akan lakukan pemutusan hubungan kerja mulai Mei depan. (Stories Depot/Pinterest)
Meta akan lakukan pemutusan hubungan kerja mulai Mei depan. (Stories Depot/Pinterest)

RADARTUBAN - Sepertinya gelombang PHK di perusahaan teknologi besar tidak akan surut dalam waktu dekat ini. Pasalnya, Meta kembali bersiap untuk merumahkan para pekerjanya dalam skala yang jauh lebih masif.

Langkah tersebut diambil seiring dengan meningkatnya pengeluaran perusahaan untuk mengembangkan teknologi AI. 

Dalam memo internal yang dilaporkan sejumlah media, Meta berencana memangkas sekitar 10 persen tenaga kerjanya atau setara dengan 8.000 karyawan.

Baca Juga: Laporan PHK di Tuban Naik, Disnakerin Catat 63 Kasus Sepanjang 2025

Tak hanya itu, perusahaan juga disebut tidak akan melanjutkan perekrutan untuk ribuan posisi yang sebelumnya telah dibuka.

PHK ini dijadwalkan mulai berlangsung pada 20 Mei mendatang. Kebijakan tersebut dikatakan sebagai bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menyeimbangkan investasi besar yang kini difokuskan pada sektor AI.

CEO Meta, Mark Zuckerberg, sebelumnya telah memberi sinyal soal perubahan besar dalam dunia kerja akibat AI.

Dia menilai teknologi tersebut mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan, bahkan memungkinkan satu orang menyelesaikan pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan lebih banyak tenaga kerja.

Hal ini sejalan dengan lonjakan investasi Meta untuk AI yang terbilang sangat besar. Tahun ini saja, perusahaan diperkirakan menggelontorkan hingga 135 miliar dolar AS hanya untuk mengembangkan AI. 

Perubahan arah ini juga memicu kekhawatiran di internal perusahaan. Beberapa karyawan menilai Meta kini terlalu berfokus pada AI, terlebih setelah adanya kebijakan pelacakan aktivitas kerja untuk melatih model kecerdasan buatan.

Fenomena ini bukan hanya terjadi di Meta. Sejumlah perusahaan teknologi lain seperti Microsoft dan Snap juga mengambil langkah serupa, termasuk pengurangan karyawan dan efisiensi operasional, seiring meningkatnya investasi di bidang AI.

Sejak 2022, Meta sendiri telah beberapa kali melakukan PHK besar.

Rencana terbaru ini diperkirakan menjadi yang terbesar sejak gelombang pemangkasan pada 2023, sekaligus menegaskan perubahan strategi perusahaan menuju dominasi teknologi AI. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#AI #investasi #perusahaan teknologi #meta #phk