RADARTUBAN - Jika banyak perusahaan lain terus melakukan ekspansi AI ke lebih banyak layanannya, Microsoft justru menempuh jalur yang berbeda.
Pasalnya, perusahaan tersebut mulai mengurangi ambisinya terhadap teknologi AI Copilot, pada ekosistem Xbox.
Setelah sebelumnya mereka juga memutuskan menghapus Copilot dari banyak aplikasi bawaan Windows 11.
Keputusan ini diumumkan langsung oleh pimpinan baru Xbox, Asha Sharma, yang baru memimpin divisi gaming Microsoft selama sekitar dua bulan.
Baca Juga: Microsoft Mulai Redam Copilot, Branding AI Dihapus dari Notepad dan Snipping Tool
Dalam pernyataannya, Sharma mengatakan Xbox tengah menjalani restrukturisasi besar untuk mempercepat inovasi sekaligus memperkuat hubungan dengan komunitas pemain dan pengembang.
Sebagai bagian dari perubahan itu, Microsoft akan menghentikan pengembangan Copilot di konsol Xbox dan mulai memensiunkan fitur tersebut di aplikasi mobile Xbox.
Menurut Sharma, beberapa fitur dinilai tidak lagi sejalan dengan arah baru yang ingin dibawa perusahaan.
Hal tersebut cukup menarik perhatian setelah sebelumnya Copilot Gaming diperkenalkan sebagai asisten AI untuk pemain.
Fitur ini dirancang agar mampu memahami game yang sedang dimainkan lalu memberikan bantuan kontekstual secara langsung.
Microsoft bahkan sempat menguji versi beta Copilot di aplikasi Xbox pada Mei 2025 dan berencana membawanya ke konsol tahun ini.
Namun rencana tersebut kini dibatalkan sebelum benar-benar dirilis luas. Banyak penggemar Xbox justru menyambut keputusan ini secara positif karena khawatir integrasi AI akan terlalu mendominasi pengalaman bermain game.
Meski begitu, bukan berarti AI sepenuhnya ditinggalkan Xbox.
Sharma justru membawa sejumlah mantan eksekutif dari divisi CoreAI Microsoft untuk memperkuat infrastruktur internal Xbox.
Teknologi AI ini kemungkinan tetap digunakan di balik layar, terutama untuk membantu pengembangan produk dan alat bagi developer, bukan sebagai fitur utama yang langsung dihadapi pemain.
Langkah ini juga dianggap sebagai sinyal bahwa Xbox sedang mencoba mencari kembali identitasnya setelah berbagai perubahan besar, termasuk penyesuaian layanan Xbox Game Pass dan restrukturisasi internal perusahaan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni