Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Google Incar Pusat Data Luar Angkasa, SpaceX Jadi Mitra Potensial

Andika Julia Perdana Putra • Kamis, 14 Mei 2026 | 19:15 WIB
Google dikabarkan berminat untuk bangun pusat data di orbit Bumi. (Fernando Vara Diaz/Pinterest)
Google dikabarkan berminat untuk bangun pusat data di orbit Bumi. (Fernando Vara Diaz/Pinterest)

RADARTUBAN - Google dikabarkan tengah menjajaki kerja sama dengan perusahaan antariksa milik Elon Musk, yakni SpaceX. Kerja sama ini disebut untuk mengembangkan pusat data orbital yang terletak di luar angkasa.

Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh The Wall Street Journal yang menyebut kedua perusahaan sedang melakukan pembicaraan intensif.

Langkah ini menjadi bagian dari ambisi Google melalui Project Suncatcher, proyek yang diumumkan akhir tahun lalu untuk menguji kemungkinan membangun pusat data berbasis satelit.

Baca Juga: Internet Dinilai Semakin Tertutup, GrapheneOS Kritik Keras Google dan Apple

Google bahkan disebut menargetkan peluncuran prototipe satelit pertamanya pada 2027.

Menariknya, kerja sama ini mempertemukan dua perusahaan yang selama ini dikenal bersaing di sektor teknologi dan kecerdasan buatan.

Sebelumnya, Elon Musk juga telah menggabungkan SpaceX dengan perusahaan AI miliknya, xAI, demi mengembangkan jaringan satelit komputasi AI dalam jumlah besar.

CEO Google Sundar Pichai menilai pusat data orbital akan menjadi hal lazim di masa depan.

Dia juga menyebut dalam satu dekade ke depan, pusat data di luar angkasa bisa menjadi metode baru dalam membangun infrastruktur komputasi.

Elon Musk pun memiliki pandangan serupa. Menurutnya, satelit dapat menjadi cara paling murah untuk menyediakan daya komputasi AI dalam beberapa tahun mendatang.

Optimisme ini juga menjadi bagian dari strategi SpaceX menjelang rencana IPO besar yang kabarnya akan digelar akhir tahun ini.

Meski terdengar futuristis, sejumlah ahli masih meragukan konsep tersebut. Tantangan utama datang dari paparan radiasi kosmik yang dapat mengganggu kinerja GPU AI di orbit.

Selain itu, sistem pendinginan perangkat di ruang angkasa dinilai jauh lebih sulit dibanding di Bumi karena minimnya udara untuk membuang panas.

Tak hanya soal teknologi, keberadaan jutaan satelit baru juga dikhawatirkan memperparah kepadatan orbit rendah Bumi dan meningkatkan risiko bagi misi antariksa lainnya. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#elon muck #Space #google #satelit