RADARTUBAN - Euforia belum selesai di Kota Como. Setelah menciptakan sensasi besar dengan membawa Como 1907 lolos ke UEFA Champions League musim depan, Cesc Fàbregas akhirnya buka suara soal masa depannya.
Dan jawabannya membuat tifosi Como bernapas lega.
“Saya pikir saya akan bertahan di Como 100 persen. Kami punya rencana yang sangat ambisius untuk masa depan.” ujar Fabregas seperti dikutip jurnalis transfer Italia Nicolò Schira melalui akun X miliknya.
Baca Juga: Como dan AS Roma Lolos Liga Champions, Dua Raksasa AC Milan - Juventus Terpental ke Liga Europa
Fabregas Menolak Pergi Saat Namanya Mulai Diperebutkan
Pernyataan itu muncul di tengah derasnya rumor yang mengaitkan Fabregas dengan sejumlah klub besar Eropa.
Kesuksesannya mengangkat Como dari tim kejutan menjadi peserta Liga Champions membuat namanya mulai dipandang sebagai salah satu pelatih muda paling menjanjikan di Eropa.
Namun Fabregas tampaknya belum tertarik meninggalkan proyek yang ia bangun dari bawah.
Keputusan itu memperlihatkan bahwa Como bukan sekadar batu loncatan bagi mantan gelandang Barcelona, Arsenal, dan Chelsea tersebut.
Como Sedang Bangun Sesuatu yang Besar
Kalimat “rencana ambisius” menjadi sinyal kuat bahwa Como tidak ingin hanya numpang lewat di Liga Champions.
Klub yang dimiliki Group Djarum itu sedang membangun identitas baru dengan proyek jangka panjang yang serius.
Musim ini Como tampil bukan karena keberuntungan semata. Mereka bermain dengan struktur jelas, keberanian tinggi, dan mentalitas yang terus berkembang sepanjang musim.
Fabregas berhasil mengubah atmosfer klub. Dari tim yang dulu hanya berharap bertahan hidup, Como kini menjadi simbol revolusi sepak bola Italia modern.
Loyalitas yang Mulai Langka di Sepak Bola Modern
Di tengah dunia sepak bola yang penuh keputusan instan dan proyek jangka pendek, pilihan Fabregas bertahan terasa berbeda.
Pelatih asal Spanyol itu memilih melanjutkan perjalanan bersama klub kecil yang tumbuh bersamanya, bukan langsung mengambil jalan cepat menuju klub elite.
Kini Como tidak hanya punya tiket Liga Champions. Mereka juga memiliki sosok pemimpin yang percaya bahwa dongeng ini belum selesai. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni