Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Meta Longgarkan Pelacakan Aktivitas Karyawan untuk Pelatihan AI Setelah Tuai Kritik

Andika Julia Perdana Putra • Kamis, 4 Juni 2026 | 09:06 WIB
Meta longgarkan program pelacakan karyawan setelah tuai banyak kritik. (Blogy Hub/Pinterest)
Meta longgarkan program pelacakan karyawan setelah tuai banyak kritik. (Blogy Hub/Pinterest)

RADARTUBAN - Meta dilaporkan mulai melonggarkan kebijakan pelacakan aktivitas komputer karyawan yang sebelumnya diterapkan untuk membantu melatih model AI.

Langkah ini diambil setelah muncul berbagai keluhan dari pekerja yang menyoroti masalah privasi, penggunaan baterai, hingga konsumsi internet yang meningkat akibat program tersebut.

Program yang secara internal dikenal sebagai Model Capability Initiative (MCI) yang pertama kali diumumkan pada April 2026.

Melalui sistem ini, Meta merekam pergerakan mouse dan penekanan tombol keyboard karyawan di Amerika Serikat.

Data tersebut digunakan untuk melatih agen AI agar dapat memahami cara manusia menyelesaikan pekerjaan di komputer dan pada akhirnya mampu menjalankan tugas secara mandiri.

Baca Juga: Meta Perkenalkan Paket Plus, Pengguna Instagram hingga WhatsApp Bisa Nikmati Fitur Premium!

Hanya saja, kebijakan tersebut segera memicu kontroversi. Sejumlah karyawan menilai sistem tersebut terlalu invasif karena berpotensi merekam hampir seluruh aktivitas mereka saat bekerja.

Beberapa pekerja bahkan menyebut Meta sebagai “pabrik ekstraksi data karyawan” karena skala pengumpulan data yang dilakukan.

Menanggapi protes tersebut, Meta kini memberikan kontrol lebih besar kepada karyawan. 

Dalam memo internal yang dikirim oleh Wakil Presiden Superintelligence Labs, Stephane Kasriel, perusahaan menyatakan bahwa pekerja dapat menghentikan sementara pengumpulan data hingga 30 menit setiap kali diperlukan, misalnya saat mengakses informasi pribadi.

Selain itu, sebagian kecil karyawan juga dapat mengajukan pengecualian penuh dari program MCI.

Kelompok yang berpotensi memperoleh pengecualian mencakup pekerja jarak jauh dengan keterbatasan bandwidth internet, karyawan yang menangani materi sensitif, serta mereka yang sering bekerja di lokasi tanpa akses mudah ke sumber listrik.

Kasriel menegaskan bahwa Meta tetap yakin terhadap perlindungan privasi yang telah diterapkan sejak awal peluncuran program.

Meski demikian, perusahaan mengakui adanya kekhawatiran dari karyawan terkait data pribadi, daya tahan baterai, dan kebutuhan untuk mengontrol kapan pengumpulan data berlangsung.

Meta juga mengklaim telah melakukan berbagai optimasi untuk mengurangi dampak perangkat lunak tersebut terhadap baterai laptop.

Meski begitu, sebagian besar karyawan Meta di AS masih diwajibkan mengikuti program MCI.

CEO Meta, Mark Zuckerberg, sebelumnya membela kebijakan tersebut.

Menurutnya, data yang dikumpulkan tidak digunakan untuk pengawasan atau penilaian kinerja karyawan, melainkan semata-mata untuk melatih AI agar memahami cara orang menyelesaikan tugas di komputer.

Zuckerberg meyakini pendekatan tersebut dapat membantu Meta mengejar ketertinggalan dalam persaingan pengembangan agen AI dengan perusahaan seperti OpenAI dan Anthropic. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Pelacakan aktivitas komputer karyawan #AI #MCI #meta