Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Ubisoft Tutup Dua Studio dan Pangkas Ratusan Karyawan di Tengah Restrukturisasi Besar

Andika Julia Perdana Putra • Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:02 WIB
Ubisoft kembali melakukan pemutusan hubungan kerja yang berdampak pada ratusan karyawannya. (@Pirat_Nation/X)
Ubisoft kembali melakukan pemutusan hubungan kerja yang berdampak pada ratusan karyawannya. (@Pirat_Nation/X)

RADARTUBAN - Ubisoft kembali melakukan langkah efisiensi dengan menutup dua studio pengembangnya di Winnipeg, Kanada, dan Belgrade, Serbia.

Selain itu, perusahaan game asal Prancis tersebut juga dikabarkan telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah kantor lain, termasuk Barcelona dan San Francisco.

Berdasarkan berbagai laporan, langkah terbaru ini berpotensi memengaruhi hingga 380 karyawan.

Studio Winnipeg menjadi yang paling terdampak karena seluruh tim yang berjumlah 65 orang harus kehilangan pekerjaan akibat penutupan fasilitas tersebut.

Di Barcelona, sekitar 51 karyawan dilaporkan terkena PHK.

Baca Juga: Ubisoft Siap Ungkap Remake Assassin’s Creed IV Black Flag pada 23 April

Studio yang sebelumnya terlibat dalam pengembangan berbagai waralaba Ubisoft seperti Assassin’s Creed, Ghost Recon, The Crew, dan Immortals: Fenyx Rising kini akan difokuskan sepenuhnya pada seri Rainbow Six.

Restrukturisasi ini juga berdampak pada pengembangan game kompetitif populer Tom Clancy’s Rainbow Six: Siege.

Ubisoft disebut memindahkan sekitar 12 persen anggota tim pengembang game tersebut ke proyek lain.

Sementara itu, Ubisoft Barcelona kini menjadi studio utama yang menangani pengembangan Siege.

Gelombang PHK ini menjadi bagian dari upaya Ubisoft untuk memperbaiki kondisi keuangan perusahaan setelah beberapa tahun menghadapi penjualan yang kurang memuaskan serta sejumlah penundaan perilisan game. 

Sebelumnya, perusahaan juga telah melakukan PHK dan penutupan kantor di berbagai wilayah sepanjang 2025 hingga awal tahun ini.

Pada saat yang sama, Ubisoft terus menjalankan restrukturisasi besar-besaran yang membagi operasional internalnya ke dalam beberapa "rumah kreatif".

Salah satu yang terbesar adalah Vantage Studios, yang menangani sejumlah waralaba utama seperti Assassin’s Creed, Far Cry, dan Rainbow Six.

Baca Juga: Gelombang Protes Guncang Ubisoft, Pegawai Tuntut Mundurnya CEO Yves Guillemot

Perubahan besar tersebut turut diwarnai kepergian sejumlah tokoh penting di Ubisoft. 

Beberapa nama yang meninggalkan perusahaan antara lain mantan bos franchise Assassin’s Creed Marc-Alexis Côté, direktur kreatif Assassin’s Creed Hexe Clint Hocking, serta direktur game Benoit Richer.

Laporan dari media Prancis juga menyebutkan bahwa pemangkasan lebih lanjut di operasional Ubisoft di Amerika Serikat masih mungkin terjadi dalam waktu mendatang, menandakan proses restrukturisasi perusahaan belum sepenuhnya berakhir. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Game #Ubisoft #efisiensi #phk