RADARTUBAN - Uni Eropa mengeluarkan keputusan baru yang mewajibkan Google membuka akses Android dan data Google Penelusuran kepada perusahaan pesaing, termasuk pengembang chatbot AI seperti OpenAI maupun Microsoft.
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari penerapan Digital Markets Act DMA terhadap Google sebagai perusahaan yang berstatus "gatekeeper".
Melalui keputusan tersebut, Google diwajibkan memberikan akses yang lebih luas kepada asisten AI pihak ketiga agar memiliki kemampuan setara dengan Gemini di Android.
Saat ini, Gemini sebagai aplikasi bawaan sistem memiliki akses lebih dalam ke berbagai fungsi perangkat, mulai dari mengendalikan aplikasi lain, mengakses fitur perangkat keras, hingga mendukung aktivasi melalui perintah suara.
Baca Juga: Google Kini Gunakan Foto dan Audio Pengguna untuk Latih AI, Begini Cara Menonaktifkannya
Uni Eropa menilai keterbatasan akses tersebut membuat pesaing sulit menghadirkan pengalaman AI yang setara.
Nantinya, pengguna Android di kawasan tersebut diperkirakan dapat memilih asisten AI favorit mereka, mirip seperti mekanisme pemilihan browser yang telah diterapkan sebelumnya.
Selain Android, Uni Eropa juga mewajibkan Google membagikan sebagian data Google Penelusuran kepada mesin pencari dan layanan AI pesaing.
Data yang dibagikan harus melalui proses anonimisasi agar identitas pengguna tetap terlindungi. Proses tersebut nantinya akan diawasi oleh pihak independen.
Jelas saja Google menolak keputusan tersebut. Perusahaan itu memperingatkan bahwa kebijakan yang dikeluarkan oleh Uni Eropa berpotensi melemahkan perlindungan privasi serta keamanan perangkat bagi jutaan pengguna di Eropa.
Menurut Google, akses yang lebih luas terhadap izin sistem Android dapat membuka risiko keamanan apabila tidak melalui proses verifikasi yang selama ini diterapkan pada aplikasi bawaan.
Perusahaan juga mengkhawatirkan kewajiban berbagi data penelusuran dapat membuka akses terhadap informasi sensitif pengguna kepada perusahaan lain tanpa tingkat perlindungan yang memadai.
Google menilai kondisi tersebut berpotensi mengancam privasi individu, kerahasiaan bisnis, hingga keamanan nasional.
Sesuai keputusan Uni Eropa, Google memiliki waktu hingga Januari 2027 untuk mulai membagikan data Google Penelusuran kepada pesaing.
Sementara perubahan pada Android agar mendukung akses lebih luas bagi asisten AI pihak ketiga harus mulai diterapkan paling lambat Juli 2027. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni