Aturan Baru Monetisasi Shorts Memaksa Kreator Harus Mampu Meraih 10 Juta Penayangan Tiap 90 Hari

Vannya Alysa P • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 09:23 WIB
YouTube Shorts menyusul diterapkannya ambang batas minimal 10 juta penayangan per 90 hari. (pinterest.com)
YouTube Shorts menyusul diterapkannya ambang batas minimal 10 juta penayangan per 90 hari. (pinterest.com)

RADARTUBAN — Aturan baru monetisasi YouTube Shorts kembali membawa perubahan besar bagi ekosistem kreator konten digital.

Dikutip dari kanal YouTube Eno Bening, platform berbagi video milik Google tersebut bakal menetapkan syarat tambahan yang jauh lebih ketat bagi para kreator untuk bisa mengklaim serta mencairkan pendapatan dari pembagian iklan (AdSense) pada fitur YouTube Shorts.

Kebijakan ini mewajibkan para kreator untuk dapat mempertahankan minimal 10 juta penayangan dalam kurun waktu 90 hari terakhir secara konsisten.

Perubahan syarat monetisasi ini diprediksi akan mengubah peta persaingan dan ekosistem pembuatan konten berdurasi pendek secara drastis.

Jika sebelumnya seorang kreator yang telah terdaftar dalam program YouTube Partner Program dapat langsung mengaktifkan fitur monetisasi tanpa pembatasan jumlah tayangan rutin bulanan, aturan baru ini memaksa kreator untuk terus-menerus memproduksi konten yang viral secara konstan.

Baca Juga: Stop Doomscrolling! YouTube Luncurkan Fitur Timer untuk Shorts, Dorong Penggunaan Digital Sehat

Dikutip dari kanal YouTube Eno Bening, mekanisme pemeriksaan akan dilakukan oleh sistem YouTube setiap bulan dengan meninjau akumulasi penayangan konten dalam 90 hari ke belakang. 

Apabila jumlah tayangan kreator berada di bawah ambang batas 10 juta penayangan, maka hak pembagian pendapatan iklan dari kreator pada bulan tersebut otomatis hilang.

Penetapan kriteria ketat ini berakar dari perbedaan mendasar antara skema monetisasi video panjang dan video pendek. Pada video panjang, pembagian pendapatan iklan dihitung secara langsung per video dengan skema 55 persen untuk kreator dan 45 persen untuk platform.

Sebaliknya, pendapatan iklan dari Shorts dihimpun dari seluruh penayangan iklan di sela-sela navigasi doom scrolling pengguna, lalu dikumpulkan ke dalam creator pool sebelum dibagi berdasarkan proporsi penayangan tiap kreator.

Pembatasan 10 juta penayangan ini pada hakikatnya berfungsi sebagai "kunci akses" bagi para kreator untuk bisa masuk dan mendapatkan bagian dari kolam dana tersebut.

Bagi para kreator yang gagal memenuhi ambang batas 10 juta tayangan, YouTube menyediakan program alternatif bernama New Short Incentive Program.

Melalui program ini, kreator pemula atau mereka yang belum mencapai target dapat memanfaatkan skema komersialisasi lain, seperti integrasi YouTube Shopping, partisipasi dalam kemitraan merek, hingga aktivasi tren.

Secara keseluruhan, ketatnya kualifikasi AdSense Shorts menjadi pengingat bagi para kreator untuk tidak bergantung sepenuhnya pada pendapatan pasif dari algoritma platform.

Peralihan kebijakan yang dapat terjadi sewaktu-waktu menuntut kreator untuk memprioritaskan pemikiran jangka panjang, seperti penguatan personal branding, diversifikasi portofolio keterampilan, hingga penjalinan kemitraan langsung dengan sponsor luar. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
Sumber : YouTube Eno Bening
adsense youtube Shorts monetisasi iklan