Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Chatbot Meta Kini Bisa Kirim Pesan Sendiri Berdasarkan Riwayat Obrolan, Begini Penjelasannya

Nadia Nafifin • Sabtu, 5 Juli 2025 | 21:35 WIB
Meta AI bakal kirim pesan tanpa disuruh
Meta AI bakal kirim pesan tanpa disuruh

RADARTUBAN - Meta sedang menguji coba fitur baru pada chatbot kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan bot mengirim pesan secara proaktif kepada pengguna berdasarkan riwayat percakapan sebelumnya, tanpa perlu dipicu oleh perintah langsung.

Menurut Engadget pada hari Jumat, (4/7) fitur ini dikembangkan melalui perangkat lunak AI Studio milik Meta, yang memungkinkan siapa saja membuat chatbot AI sesuai dengan minat mereka.

Fitur tersebut dikenal secara internal oleh perusahaan pelabel data Alignerr sebagai "Project Omni".

Tujuannya adalah untuk “memberikan manfaat lebih bagi pengguna serta meningkatkan keterlibatan dan retensi pengguna,” sesuai dengan panduan pelatihan yang bocor ke Business Insider (BI).

Salah satu contoh bot yang disebutkan dalam dokumen adalah “The Maestro of Movie Magic”, bot bertema film yang mungkin mengirim pesan seperti:

"Semoga harimu menyenangkan! Aku cuma ingin tahu apakah kamu punya soundtrack atau komposer favorit baru akhir-akhir ini? Atau butuh rekomendasi film untuk malam minggu nanti? Beri tahu ya, aku siap membantu!"

Fitur pengiriman pesan proaktif ini masih dalam fase pengujian.

Meta menegaskan bahwa chatbot hanya akan mengirim pesan lanjutan jika pengguna memulai percakapan terlebih dahulu, dan tidak akan melanjutkan pesan jika pesan awal diabaikan.

Pesan lanjutan harus sesuai dengan karakter bot dan konteks percakapan sebelumnya, dengan nada yang tetap positif serta menghindari topik sensitif atau kontroversial, kecuali jika pengguna telah membahasnya terlebih dahulu.

Meta memasarkan AI Studio sebagai platform kreatif yang memungkinkan pengguna menciptakan karakter AI sesuai minat pribadi mereka.

Tanpa keahlian teknis, pengguna dapat menentukan tampilan bot, materi pelatihan, dan memilih aplikasi Meta tempat bot akan aktif.

Seperti dilaporkan oleh Business Insider, Meta memiliki insentif bisnis yang kuat untuk mempertahankan interaksi pengguna dengan chatbot AI, karena semakin lama interaksi, semakin besar potensi pendapatan.

Pada tahun ini, Meta memperkirakan pendapatan dari produk AI generatifnya mencapai 2 hingga 3 miliar dolar AS, dengan proyeksi hingga 1,4 triliun dolar AS pada 2035.

Namun, angka tersebut hanya dapat tercapai jika teknologi AI digunakan secara konsisten oleh pengguna.

Fitur baru ini memunculkan kekhawatiran terkait privasi dan persetujuan pengguna, terutama karena chatbot diizinkan mengakses dan mengingat percakapan sebelumnya.

Bulan lalu, Meta mulai memperingatkan pengguna untuk tidak membagikan informasi pribadi atau sensitif di feed publik Meta AI, setelah banyak pengguna melakukannya tanpa disadari. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#AI #chatbot #kecerdasan buatan #fitur baru #Riwayat Chat #pesan #meta #uji coba