RADARTUBAN - Gayam tidak termasuk tanaman langka. Sepintas, pohonnya tak jauh beda dengan tanaman-tanaman lainnya yang berfungsi sebagai peneduh.
Daunnya hijau dan rindang, pohonnya menjulang tinggi hingga 20 meter dengan diameter batang 60 centimeter.
Sebagai pohon yang berjenis tanaman keras, rerata gayam tumbuh liar secara alami, biasanya tumbuh di antara halaman dan pekarangan rumah warga.
Buah gayam dari pohon yang masuk suku polong-polongan ini memiliki tekstur keras di lapisan kulit luarnya, berbentuk pipih, dan memiliki biji yang bergetah.
Seiring dengan perkembangan pengetahuan dan teknologi, banyak inovasi baru yang dihasilkan dari tanaman gayam.
Berbagai produk olahan dikembangkan dari buah dengan nama latin Inocarpus fagifer ini, misalnya seperti keripik.
Seiring dengan pengetahuan tersebut di atas, sebetulnya ada beberapa hal yang menarik terkait tanaman ini loh. Yuk, simak fakta menariknya berikut ini.
1. Tumbuh di Dekat Air
Banyak tumbuh di pedesaan. Faktanya, tanaman gayam ini sering kali dijumpai tumbuh di area yang dekat dengan air, yakni di rawa-rawa dan tepi sungai.
Karena itu, ada dugaan bahwa tanaman ini memiliki kemampuan yang kuat untuk menyerap air di sekitarnya.
2. Mudah Tumbuh dan Tidak Membutuhkan Perawatan
Ya, selain tumbuh secara alami, faktanya tanaman gayam ini juga tidak membutuhkan perawatan yang ribet. Istilahnya, tak perlu pupuk, dibiarkan saja sudah hidup, asal ada di dekat air.
Bahkan ada warga yang bercerita, tanaman gayam tumbuh dari biji buah gayam yang tua dan jatuh dari pohonnya.
Praktis, saat ada satu pohon gayam yang sudah tua dan menghasilkan buah, hampir pasti pada sisi kanan dan kirinya bermunculan pohon gayam baru yang tumbuh.
3. Masa Panen Lama
Selain mudah ditanam dan tak perlu repot merawat, ternyata masa panen dari gayam cukup lama loh. Butuh waktu belasan tahun dari awal tumbuh hingga sampai menghasilkan buah alias panen.
Darsipa, salah satu warga Desa Sumberejo, Kecamatan Merakurak, Tuban yang memiliki belasan pohon gayam membenarkan hal tersebut.
‘’Dulu, saat tumbuh anak saya masih kecil, sekarang dia sudah memiliki cucu,’’ katanya sembari menunjuk salah satu pohon gayam yang usianya sudah puluhan tahun.
4. Pohon hingga Buah yang Bermanfaat
Gayam merupakan tanaman multimanfaat. Bayangkan saja, dari pohon hingga buahnya bisa dimanfaatkan. Bahkan, telah banyak produk yang dihasilkan dan potensi yang dikembangkan dari tanaman gayam ini.
Pertama, dari biji buah gayam yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku biodiesel yang ramah lingkungan.
Kedua, dari buah gayam bisa diolah dan dikonsumsi menjadi camilan keripik yang renyah dan gurih. Bisa juga diolah menjadi tepung gayam.
Ketiga, ekstrak daun dan kulit batang pohon ini juga dipercaya berkhasiat sebagai antidiabetes dan antioksidan alami.
Pungkasnya, tak dipungkiri tanaman gayam yang rindang bermanfaat untuk peneduh dan cocok untuk tumbuhan penghijauan.
5. Inovasi Baru dalam Dunia Kuliner
Seiring perkembangan teknologi dan pengetahuan, berbagai inovasi baru mulai dikembangkan dari tanaman gayam ini.
Salah satunya di Kabupaten Tuban, kepercayaan masyarakatnya masih mempertahankan kearifan lokal hingga saat ini, yakni arti dari sebuah filosofi Gayam Gayuh Ayem (bahasa Jawa).
Tanaman gayam pun mulai dibudidayakan oleh pemerintah setempat. Dari buah gayam mulai dikembangkan menjadi produk unggulan desa melalui program one village one product (OVOP).
Ya semoga program ini tercapai, sehingga warga lokal bisa memperoleh manfaatnya dan semakin sejahtera. (*)
Editor : Amin Fauzie