Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Bumbu Dasar Putih: Solusi Praktis untuk Memasak, Cocok untuk Opor hingga Nasi Goreng

Muhammad Rizqi Mustofa Kamal • Minggu, 25 Mei 2025 | 02:22 WIB

 

Ilustrasi Bumbu Dapur
Ilustrasi Bumbu Dapur

RADARTUBAN - Dalam dunia kuliner Indonesia, bumbu dasar putih menjadi salah satu elemen penting yang mempermudah proses memasak.

Bumbu ini memberikan warna putih pada masakan dan menawarkan cita rasa gurih yang khas.

Apa saja bahan penyusunnya? Bagaimana cara membuatnya? Dan mengapa bumbu ini penting untuk dapur sehari-hari?

Dikutip dari Unilever Food Solutions pada Jumat (23/5), bumbu dasar putih umumnya terdiri dari campuran bawang putih, bawang merah, kemiri yang disangrai, ketumbar sangrai, merica, dan garam.

Kombinasi ini menciptakan rasa dan aroma yang menjadi ciri khas berbagai hidangan Nusantara.

Beberapa versi resep juga menambahkan rempah seperti daun salam, serai, daun jeruk, jahe, dan lengkuas untuk memperkaya rasa.

Kehadiran bumbu dasar putih sangat membantu menghemat waktu di dapur.

Dengan menyimpannya dalam jumlah besar, Anda bisa langsung menggunakannya kapan pun diperlukan tanpa harus meracik dari awal.

Pembuatan bumbu ini cukup mudah. Semua bahan utama cukup dihaluskan, bisa menggunakan blender atau ulekan.

Bila ingin menambahkan rempah seperti jahe atau daun aromatik, sebaiknya dimasukkan setelah bumbu utama ditumis agar aroma rempah lebih keluar.

Bumbu yang sudah dihaluskan biasanya ditumis sebentar dengan minyak hingga harum untuk menghilangkan bau mentah dan memperpanjang masa simpan.

Bumbu dasar putih digunakan sebagai dasar rasa dalam berbagai masakan berwarna cerah seperti sop, soto, semur, opor, bahkan nasi goreng.

Kehadirannya memberi rasa gurih dan aroma yang menggugah selera.

Penggunaan bumbu ini cukup fleksibel. Ambil sesuai kebutuhan, tambahkan bahan-bahan lain sesuai resep, dan masakan pun siap dinikmati.

Bumbu ini dapat disimpan di kulkas hingga dua minggu, atau dibekukan dalam wadah tertutup hingga tiga bulan.

Tak jarang, tiap resep memiliki variasi komposisi tersendiri, termasuk penambahan kunyit untuk memberi warna kekuningan.

Kini juga tersedia versi instan dari bumbu dasar putih, baik dalam bentuk pasta maupun bubuk, yang semakin memudahkan aktivitas memasak.

Selain bumbu putih, dikenal juga bumbu dasar merah—terbuat dari bawang merah, bawang putih, dan cabai merah—yang umum digunakan untuk balado, rendang, tumis sayur, dan sebagainya.

Untuk masakan seperti rendang atau gulai, bumbu merah ini sering diperkaya dengan berbagai rempah.

Ada juga bumbu dasar kuning, yaitu versi bumbu putih yang diberi kunyit, cocok untuk berbagai masakan seperti pepes, kari, atau opor kuning.

Sedangkan bumbu oranye merupakan campuran bumbu merah dan kuning, ditambah rempah seperti jahe dan lengkuas, biasanya digunakan untuk masakan dengan cita rasa yang lebih kompleks. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#kuliner #cita rasa gurih #memasak #bumbu dasar putih