RADARTUBAN - Teater Bintang Planetarium Jakarta di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, kembali dibuka untuk masyarakat umum mulai Kamis, (25/12).
Fasilitas edukasi astronomi yang sempat berhenti beroperasi sejak 2012 ini resmi diresmikan oleh Gubernur Jakarta Pramono Anung pada Selasa, 23 Desember 2025, menandai kebangkitan salah satu ikon pembelajaran sains di ibu kota.
Masyarakat yang ingin menyaksikan pertunjukan Teater Bintang dapat memperoleh tiket melalui tautan resmi yang tersedia di akun Instagram @tim.cikini.
Pengelola memberlakukan skema tiket promosi yang berlaku hingga April 2026, dengan ketentuan pelajar tetap dapat menikmati pertunjukan secara gratis dengan menunjukkan Kartu Jakarta Pintar (KJP) atau kartu pelajar resmi.
Sementara itu, tiket untuk pendamping dan pengunjung umum dibanderol Rp10.000 per orang.
Pengelola mengingatkan bahwa setiap sesi pertunjukan memiliki tautan pendaftaran yang berbeda dengan kuota terbatas.
Kapasitas Teater Bintang dibatasi maksimal 185 penonton untuk setiap kali pemutaran.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk segera mendaftar saat pendaftaran dibuka agar tidak kehabisan tiket.
Antusiasme Tinggi, Tiket Ludes dalam Hitungan Menit
Pembukaan kembali Planetarium Jakarta disambut antusiasme tinggi dari masyarakat.
Pada hari pertama penjualan, tiket pertunjukan dilaporkan habis terjual hanya dalam waktu singkat.
Melalui akun Instagram resminya, pengelola mengumumkan bahwa tiket batch pertama bahkan terjual habis kurang dari satu menit setelah pendaftaran dibuka.
Tingginya minat tersebut mencerminkan besarnya ketertarikan publik terhadap pengalaman menjelajahi antariksa melalui simulasi bintang dan galaksi yang ditampilkan di bawah kubah Planetarium.
Setiap harinya, Teater Bintang menyelenggarakan empat kali pertunjukan yang menghadirkan simulasi langit malam, fenomena astronomi, serta materi edukatif yang dikemas secara interaktif dengan dukungan teknologi terbaru.
Respons positif juga terlihat di media sosial, terutama dari kalangan keluarga dan pelajar yang memanfaatkan momentum libur akhir tahun.
Banyak pengunjung menyambut baik kembalinya Planetarium sebagai sarana belajar astronomi yang edukatif sekaligus menghibur.
Seiring pembukaan kembali tersebut, Planetarium Jakarta telah menjalani berbagai pembaruan.
Termasuk penerapan sistem visualisasi astronomi digital berbasis data sains terkini, simulasi tata surya, serta penguatan fungsi edukasi bagi pelajar, mahasiswa, komunitas sains, dan masyarakat luas.
Dengan dukungan teknologi modern dan kebijakan tiket yang inklusif, Planetarium Jakarta diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat terhadap ilmu pengetahuan dan astronomi.
Sekaligus menghidupkan kembali kawasan Taman Ismail Marzuki sebagai pusat edukasi dan kebudayaan.(*)
Editor : Yudha Satria Aditama