RADARTUBAN – Peringatan dini ihwal cuaca ekstrem yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi tak menyurutkan minat masyarakat untuk menikmati wisata bahari.
Pantauan Jawa Pos Radar Tuban, lahan parkir sejumlah wisata pantai di Tuban dari ujung barat hingga timur tampak dipenuhi kendaraan pengunjung, baik roda dua maupun roda empat. Bahkan, tidak sedikit yang datang rombongan menggunakan elf dan bus.
Pantai Panduri di Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, misalnya. Wisata bahari dengan keunikan garis pantainya yang menghadap barat ini tampak penuh sesak wisatawan dari dalam dan luar kota.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Panduri, Sumaji mengatakan, sejak memasuki libur panjang sekolah dan Natal, jumlah kunjungan wisata mengalami peningkatan dua kali lipat lebih.
‘’Tepatnya sejak 20 Desember, jumlah pengunjung terus naik hingga 200 persen lebih,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban kemarin (28/12).
Sumaji menyampaikan, jumlah kunjungan dalam sehari rata-rata mencapai 2.500 orang. Naik dua kali lipat lebih dibanding hari biasa yang rata-rata kurang dari seribu.
‘’Puncaknya di akhir pekan,’’ ujarnya.
Terpisah, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban Sudarmaji mengatakan, sejak BMKG merilis peringatan dini terkait cuaca ekstrem yang diprediksi berlangsung hingga akhir tahun, pihaknya mengimbau kepada seluruh pengelola wisata di Tuban untuk meningkatkan kewaspadaan, utamanya wisata bahari.
‘’Imbauan secara umum sudah kami sampaikan kepada seluruh masyarakat Tuban, termasuk pengelola wisata—agar meningkatkan kewaspadaan ketika terjadi cuaca ekstrem,’’ katanya.
Untuk memastikan kondisi wilayahnya, terang Sudarmaji, tim BPBD bersama tim pengamanan libur Natal dan tahun baru (Nataru) rutin melakukan patroli di sejumlah lokasi wisata, utamanya wisata bahari.
‘’Alhamdulillah, sejauh ini dalam kondisi aman, dan semoga selalu aman,’’ tuturnya.(tok/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama