Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Dua Bulan Puncak Kunjungan, Wisata Makam Sunan Bonang Kini Melandai Jelang Ramadan

Shafa Dina Hayuning Mentari • Selasa, 17 Februari 2026 | 16:30 WIB
Sejumlah peziarah di kawasan wisata religi Makam Sunan Bonang Tuban seminggu jelang Ramadan.
Sejumlah peziarah di kawasan wisata religi Makam Sunan Bonang Tuban seminggu jelang Ramadan.

RADARTUBAN – Arus kunjungan wisatawan religi Makam Sunan Bonang menunjukkan tren peningkatan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

Sejak Desember hingga awal Februari, tercatat lebih dari 3.000 peziarah memadati kawasan wisata religi tersebut.

Momen ini dimanfaatkan masyarakat sebagai kesempatan terakhir untuk berziarah sebelum memasuki bulan puasa.

Setelah Ramadan tiba, aktivitas ziarah biasanya melandai seiring berkurangnya perjalanan jarak jauh, khususnya peziarah dari luar daerah.

Pengurus Bidang Sosial Wisata Religi Sunan Bonang, Zakaria mengatakan, fenomena tersebut merupakan tradisi tahunan umat Islam di berbagai daerah yang memanfaatkan bulan-bulan menjelang Ramadan untuk berziarah ke makam para wali.

Lonjakan pengunjung, kata dia, mulai terasa sejak November dan mencapai puncaknya pada Februari. Namun, sepekan menjelang Ramadan, suasana kawasan wisata religi itu perlahan mulai lengang.

Meski demikian, masih tampak beberapa rombongan peziarah yang khusyuk memanjatkan doa.

“Hitungan ramainya pengunjung dimulai dari bulan Rajab dan Syakban. Memang dua bulan menjelang Ramadan itu jauh lebih ramai dibanding hari biasa. Bahkan, sejak sebelum Rajab, biro perjalanan sudah mulai bergerak membawa rombongan peziarah,” ujar Zakaria saat ditemui di kawasan Makam Sunan Bonang, Minggu (15/2).

Selain faktor tradisi, dia menyebut masa liburan sekolah turut mendorong peningkatan kunjungan.

Sejumlah pesantren memanfaatkan libur akhir tahun lalu untuk mengajak santri berziarah ke makam wali.

Namun demikian, Zakaria mencatat angka 3.000 kunjungan tersebut merupakan data peziarah yang tercatat secara resmi melalui pintu masuk.

Jumlah sebenarnya diperkirakan lebih besar karena masih ada pengunjung yang tidak terdata. Memasuki akhir bulan Syakban, intensitas kunjungan perlahan menurun.

Zakaria memprediksi jumlah peziarah akan turun drastis saat Ramadan berlangsung.

“Nanti di bulan Ramadan biasanya langsung drop. Kalaupun ada, mungkin hanya perorangan. Itu pun wisatawan lokal Tuban saja. Bahkan pada hari-hari ganjil terakhir Ramadan, seperti malam 21 hingga 29, hampir tidak ada peziarah karena masyarakat sudah fokus mempersiapkan Hari Raya dan meningkatkan ibadah,” jelasnya.

Dia menambahkan, tingginya minat masyarakat untuk berziarah juga dipengaruhi faktor psikologis. Di tengah rutinitas dan kepenatan batin, banyak peziarah datang untuk mencari ketenangan menjelang bulan suci.

“Banyak yang bilang setelah ziarah batinnya terasa lebih enteng dan tentram. Meski setiap orang punya tujuan personal yang berbeda, mayoritas merasakan kedamaian setelah berkunjung ke sini,” pungkas Zakaria.(saf/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
#wisata #Sunan Bonang #makam #ramadan