RADARTUBAN - Ketika liburan sekolah tiba, banyak orang langsung berpikir tentang taman hiburan, pusat perbelanjaan, atau destinasi wisata populer.
Padahal, liburan tidak selalu harus diisi dengan hiburan semata. Ada pilihan lain yang lebih mendidik sekaligus menenangkan: ziarah ke makam wali.
Di berbagai daerah, tradisi ziarah masih menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat. Mengunjungi makam para wali bukan hanya bentuk penghormatan, tetapi juga cara menjaga warisan spiritual yang telah turun-temurun.
Ziarah memberi kesempatan untuk mengenal lebih dekat tokoh-tokoh besar penyebar Islam di Nusantara. Misalnya, makam Sunan Bonang di Tuban atau Sunan Ampel di Surabaya, yang menjadi saksi sejarah perjalanan dakwah Islam di tanah Jawa.
Baca Juga: Ditemani Betrand Peto, Ruben Onsu Ziarah ke Makam Orang Tua Sambut Ramadan 1447 Hijriah
Selain nilai spiritual, ziarah juga menambah wawasan. Anak-anak bisa belajar tentang sejarah, budaya, dan perjuangan para wali dalam menyebarkan ajaran Islam. Dengan begitu, liburan menjadi sarana belajar yang menyenangkan.
Hal penting yang tidak boleh dilupakan adalah menjaga adab. Berziarah bukan sekadar berkunjung, tetapi juga menghormati tempat dan tokoh yang diziarahi.
Sikap tenang, doa yang khusyuk, serta menjaga kebersihan lingkungan menjadi bagian dari pengalaman berziarah.
Ziarah bisa menjadi kegiatan keluarga yang penuh makna. Orang tua dapat mengenalkan anak-anak pada nilai religius sejak dini, sekaligus mempererat kebersamaan dalam perjalanan.
Di tengah budaya liburan yang sering identik dengan hiburan modern, ziarah menawarkan pengalaman berbeda.
Ia bukan hanya menyenangkan, tetapi juga menenangkan hati, memperkaya pengetahuan, dan memperkuat spiritualitas.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni