RADARTUBAN - Daya tarik Wisata Pantai Boom Tuban dalam beberapa tahun terakhir dinilai mulai memudar.
Kondisi sejumlah fasilitas yang mengalami kerusakan membuat kawasan wisata di utara Alun-Alun Tuban itu perlu kembali dibenahi agar mampu menjadi ikon pariwisata Bumi Ronggolawe.
Penataan kawasan dinilai menjadi langkah penting untuk mengembalikan pesona wisata bahari tersebut.
Selain memperbaiki fasilitas, penguatan identitas kawasan juga dinilai diperlukan agar pantai yang konon menjadi pendaratan tentara Tartar itu memiliki nilai lebih di mata wisatawan.
Baca Juga: Pemkab Tuban Siapkan Revitalisasi Pasar Atom Rp 11 Miliar, Bidik Kebangkitan Ekonomi Pantai Boom
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Tuban Tulus Setyo Utomo mengatakan, pemerintah daerah perlu menghidupkan kembali Pantai Boom sebagai destinasi wisata unggulan. Menurut dia, Pantai Boom memiliki nilai sejarah yang layak dipertahankan sekaligus dipromosikan secara lebih luas.
"Pemerintah bisa mempromosikan lewat promosi endorsement media sosial dengan menampilkan visual, dan kegiatan lain seperti memperkenalkan sejarahnya," ujarnya.
Menurut Tulus, Pantai Boom juga perlu dikembangkan sebagai bagian dari rangkaian destinasi wisata terpadu. Keterkaitan dengan objek wisata lain, seperti wisata religi Makam Sunan Bonang, dinilai dapat memperpanjang lama kunjungan wisatawan di Tuban.
Dia juga mengusulkan agar penataan kawasan dilakukan dengan memperkuat identitas sejarah maupun religi.
Misalnya, memperbarui gerbang masuk dengan menghadirkan profil sejarah Ronggolawe atau ornamen bernuansa religi yang menjadi ciri khas Tuban. "Hal ini akan dapat menarik para wisata sehingga dapat meningkat pendapatan asli daerah (PAD)," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Tuban Mohammad Emawan Putra mengatakan, kunjungan wisatawan ke destinasi yang dikelola pemerintah daerah terus menunjukkan peningkatan, terutama saat musim libur.
Peningkatan tersebut turut mendongkrak pendapatan asli daerah dari sektor pariwisata. Pada 2025, PAD yang berasal dari tiga destinasi utama, yakni Pantai Boom, Gua Akbar, dan Pemandian Bektiharjo mencapai Rp 1,141 miliar. (fud/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama