RADARTUBAN — Gua atau Goa Suci di perbukitan kapur Desa Wangun, Kecamatan Palang menyimpan sejumlah jejak sejarah.
Pada dinding batu gua terdapat pahatan, tulisan aksara Jawa Kuno, hingga ruang yang diduga menjadi bekas aktivitas penambangan batu gamping pada masa lalu.
Potensi tersebut belum dikembangkan sebagai wisata sejarah. Kondisinya pun dibiarkan apa adanya. Akses menuju lokasi utama masih sulit.
Sementara kawasan gua juga menghadapi persoalan status kepemilikan lahan dan aspek keselamatan.
Baca Juga: Revitalisasi Gua Akbar Senilai Rp 9,6 Miliar Ditunda, Pemkab Tuban Matangkan Penataan Terintegrasi
Gua Suci diketahui berstatus sebagai situs cagar budaya yang dilindungi Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur.
Namun, status tersebut membuat pengembangan kawasan tidak dapat dilakukan secara leluasa, terutama karena sebagian lahan masih dimiliki perseorangan.
Kepala Desa Wangun Darwan mengatakan, pemerintah desa sebenarnya telah berupaya mengusulkan pengembangan Gua Suci sebagai destinasi wisata sejarah dan edukasi. Salah satu yang menjadi perhatian adalah perbaikan akses menuju lokasi.
‘’Kami pernah mengajukan usulan ke kabupaten (Pemkab Tuban, Red), namun banyak faktor yang masih cukup sulit direalisasikan,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Menurut Darwan, status kepemilikan lahan menjadi salah satu kendala pengembangan kawasan. Selain itu, kondisi di dalam lorong gua juga membutuhkan kajian, terutama berkaitan dengan keselamatan pengunjung.
Faktor tidak terlalu luasnya kawasan tersebut menjadi problem sulitnya dikembangkan menjadi destinasi wisata.
‘’Karena itu, untuk membuatnya menjadi tempat wisata, maka kami harus menambah spot penunjang lainnya di kawasan tersebut,’’ jelasnya.
Darwan mengatakan, pengembangan Gua Suci tidak harus mengubah karakter asli kawasan. Nilai sejarah dan kondisi alami di dalam gua justru dapat menjadi daya tarik utama.
‘’Kami melihat potensinya memang ada. Kalau ada pengelolaan yang baik, Gua Suci bisa menjadi wisata sejarah sekaligus menggerakan ekonomi masyarakat sekitar. Sangat disayangkan jika dibiarkan tanpa ada penanganan lebih lanjut,’’ ujar dia.
Baca Juga: Pep Guardiola Didekati Timnas Italia, Maldini Bergerak Langsung Demi Misi Bangkitkan Gli Azzurri
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga, serta Pariwisata (Disbudporapar) Tuban M. Emawan Putra mengakui Gua Suci memiliki potensi untuk dikembangkan.
Namun, menurut Emawan, status Gua Suci sebagai situs BPCB Jawa Timur serta kepemilikan lahan yang masih berada di tangan perseorangan menjadi pertimbangan dalam pengembangannya.
Dia mengatakan, pengembangan Gua Suci sebagai wisata sejarah dan edukasi pada dasarnya memungkinkan.
Namun, jika pemerintah desa berkomitmen mengelolanya, pengelolaan harus dilakukan dengan baik dan memenuhi berbagai persyaratan.
‘’Paling penting adalah aspek keselamatan di sana harus dipenuhi, apalagi kawasan tersebut berbasis gua. Harus ada kajian untuk itu, sepertinya sampai saat ini belum pernah dilakukan,’’ tandasnya. (an/ds)
Editor : Yudha Satria AditamaSumber : Radar Tuban