Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Limbah Siwalan Disulap Jadi Briket Bernilai Tinggi, Pertamina Luncurkan Program Kang Ebit

Yudha Satria Aditama

Kang Ebit menjadi solusi energi terbarukan sekaligus pemberdayaan ibu rumah tangga, lansia produktif, dan pemuda di Tuban.
Kang Ebit menjadi solusi energi terbarukan sekaligus pemberdayaan ibu rumah tangga, lansia produktif, dan pemuda di Tuban.


Advertisement

RADARTUBAN – Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus melalui Fuel Terminal Tuban meluncurkan program unggulan bertajuk Kang Ebit (Kampung Eco-Briket).

Program yang dirilis sejak pertengahan tahun itu sebagai wujud komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Program ini menjadi inovasi sosial yang mengolah limbah organik seperti siwalan dan batok kelapa menjadi briket ramah lingkungan bernilai ekonomi tinggi.

Advertisement

Kang Ebit hadir dari kepedulian terhadap persoalan limbah rumah tangga dan keterbatasan akses ekonomi masyarakat rentan.

Dengan memanfaatkan limbah lokal yang berlimpah—terutama limbah siwalan yang merupakan produk khas Tuban serta batok kelapa yang kerap terbuang—bahan-bahan itu diolah menjadi briket berkualitas yang kini telah dipasarkan ke berbagai wilayah di Indonesia.

Advertisement

Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Kabupaten Tuban, M. Alek Mashadi menyampaikan inovasi briket tersebut bermula dari juara Tuban Berinovasi (Tubernova).

Inovasi Bara Tuban (Briket Khas Kabupaten Tuban Berbahan Dasar Limbah Kulit Siwalan) yang sebelumnya menjuarai Tuban Berinovasi (Tubernova) tahun 2021 sukses mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Inovasi yang diciptakan inovator Latif Wahyudi itu berhasil naik podium dalam ajang Anugerah Inovasi Daerah dan Inovasi Teknologi (Inotek Award) Tahun 2022 Kategori Inovasi Teknologi di bidang ekonomi.

Penghargaan diserahkan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kepada Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky pada Upacara Peringatan Hari Jadi Ke-77 Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (12/10).

Selepas menerima penghargaan ini, Mas Lindra mengungkapkan rasa bangga dan apresiasi serta terima kasihnya kepada para Inovator Bara Tuban yang telah berhasil menciptakan inovasi yang sangat baik tersebut.

Menurutnya, potensi Bara Tuban menjadi produk asli Tuban sangat lebar, apalagi mengangkat siwalan sebagai dasar dari inovasi tersebut.

Bara menjadi cikal bakal lahirnya Kang Ebit yang merupakan langkah konkret dalam mendukung energi terbarukan dan pemanfaatan limbah secara berkelanjutan.

“Briket ramah lingkungan ini bukan hanya solusi alternatif bahan bakar fosil, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal,” ujar Alek.

Lebih dari sekadar pengelolaan limbah, Kang Ebit menjadi motor penggerak pemberdayaan masyarakat.

Pertamina menggandeng kelompok rentan seperti ibu rumah tangga, lansia produktif, hingga pemuda tidak produktif untuk dilatih proses produksi briket.

Mulai pengumpulan bahan baku, pengolahan, pencetakan, hingga pengemasan dan pemasaran.

Kini, mereka memiliki keterampilan baru serta penghasilan tambahan yang stabil dan berkelanjutan.

Fuel Terminal Manager Tuban Rahmad Febriadi menegaskan bahwa Kang Ebit sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), khususnya pengurangan limbah, pemanfaatan energi alternatif, dan pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat.

“Solusi terhadap tantangan sosial dan lingkungan harus lahir dari akar rumput. Kang Ebit menjadi bukti bahwa kolaborasi dan inovasi mampu membawa dampak positif yang luas,” jelasnya.

Hingga pertengahan 2025, Kang Ebit telah memproduksi sekitar 14 ton briket setiap bulan. Permintaan terhadap briket eco-friendly tersebut terus meningkat, baik dari sektor rumah tangga maupun pelaku UMKM yang membutuhkan sumber energi yang hemat, bersih, dan efisien.

Program ini juga menjadi contoh pendekatan berbasis komunitas yang sukses memberikan dampak berkesinambungan. Fuel Terminal Tuban berharap Kang Ebit dapat direplikasi di berbagai daerah sebagai model ekonomi sirkular yang inovatif.

Terpisah, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi menyebut bahwa program tersebut berfokus pada pengumpulan, pengolahan, dan pengelolaan limbah—termasuk limbah B3—guna menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. (*)

Advertisement
Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar TubanIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Bumi Wali FC Agendakan Uji Coba dengan Klub Liga 2 

Bumi Wali FC Agendakan Uji Coba dengan Klub Liga 2 

Di tengah ketidakpastian jadwal Liga 4 2026/2027, Bumi Wali FC Tuban menyusun agenda uji coba melawan klub dari Liga 3, Liga 2, hingga Liga 1.

Terbentur Perda, Program Hibah Lele Kementerian di Tuban Terancam Batal

Terbentur Perda, Program Hibah Lele Kementerian di Tuban Terancam Batal

Program hibah budidaya ikan lele dari KKP di Desa Prunggahan Wetan, Tuban, terancam batal akibat terkendala perizinan tata ruang wilayah (RTRW).

Kuota Sekolah Rakyat Terbatas, Masih Banyak Anak Tidak Sekolah Belum Tertampung

Kuota Sekolah Rakyat Terbatas, Masih Banyak Anak Tidak Sekolah Belum Tertampung

Proses penjangkauan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tuban mengungkap tingginya angka anak tidak sekolah (ATS) baik di desa maupun kota. Simak selengkapnya!

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer