Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kepala Bapperida Tuban Abdul Rakhmat: Integrasi Satu Data Penting Cegah Salah Program dan Anggaran

A
Penulis: Ahmad Atho’illah❯
Kepala Bapperida Tuban Abdul Rakhmat, S.T.,M.T.
Kepala Bapperida Tuban Abdul Rakhmat, S.T.,M.T.

RADARTUBAN - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Tuban Abdul Rakhmat mengamini bahwa implementasi program Satu Data masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Pemkab Tuban untuk segera “dibereskan”.


Advertisement

Rakhmat mengatakan, sejauh ini masih sering ditemukan data yang belum terintegrasi.

Baik antarorganisasi perangkat daerah (OPD) maupun data dari desa. Dan, itulah yang menjadi atensi Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky.

Pada 2026 nanti, terang Rakhmat, Mas Lindra—sapaan akrabnya—mengharapkan semua data di lingkup Pemkab Tuban sudah terintegrasi menjadi satu data.

Advertisement

Dia mencontohkan data jalan rusak. Ketika datanya valid dan ter-update, maka proses penanganan jalan bisa optimal.

Artinya, ketika program perbaikan jalan hendak dilakukan, maka tidak perlu lagi sibuk mencari data. Pun tidak ada lagi kesalahan pengusulan kegiatan dari tingkat OPD.

Misalnya, jalan A diusulkan untuk dilakukan perbaikan, tapi ternyata kondisi jalannya—berdasar data yang terintegrasi dan ter-update masih baik, sehingga usulan itu dapat ditolak.

Advertisement

‘’Inilah pentingnya satu data, sehingga bisa meminimalisir kesalahan,’’ katanya saat diwawancarai wartawan koran ini beberapa waktu lalu.

Contoh lain, lanjut Rakhmat, adalah data terkait penerima bantuan pemberian makanan tambahan (PMT) pada balita atau ibu hamil.

Ketika data dari tingkat desa hingga kabupaten tidak terintegrasi, maka berpotensi adanya double anggaran.

Misalnya, si A sudah menerima program PMT dari pemerintah desa melalui dana desa (DD), tapi ternyata dinas kesehatan juga menganggarkan.

‘’Kalau nanti datanya sudah terintegrasi, maka kesalahan-kesalahan seperti itu bisa diminimalisir,’’ terang dia.

Disinggung ihwal paket swakelola terkait penyusunan dokumen Rencana Aksi Satu Data yang ditangani instansinya dengan anggaran Rp 99 juta, mantan kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban itu menjelaskan bahwa paket penyusunan dokumen secara swakelola itu merupakan kegiatan kerja sama dengan Direktorat Kerja Sama dan Pengelolaan Usaha (DKPU) Institut Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

‘’Kegiatan penyusunan dokumen Rencana Aksi Satu Data ini semacam FGD (focus group discussion). Jadi bukan baru menyusun program Satu Data, karena program Satu Data sudah jalan, dan kini terus dioptimalkan,’’ tandasnya.(tok/ds)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar TubanIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dana Transfer Pusat Berkurang, Pemkab dan DPRD Tuban Bidik Target PAD 2027 Tembus Rp 869 Miliar

Dana Transfer Pusat Berkurang, Pemkab dan DPRD Tuban Bidik Target PAD 2027 Tembus Rp 869 Miliar

Target PAD Tuban dalam R-APBD 2027 naik menjadi Rp 869 miliar di tengah penurunan dana transfer pusat. Simak strategi Pemkab dan masukan DPRD Tuban.

Lebih Sering Digunakan Konser Ketimbang Sepak Bola, Bagaimana Nasib Rumput Stadion TSC?

Lebih Sering Digunakan Konser Ketimbang Sepak Bola, Bagaimana Nasib Rumput Stadion TSC?

Stadion TSC Tuban lebih sering jadi venue konser musik ketimbang laga sepak bola. Disbudporapar pastikan kualitas rumput aman dan EO wajib ganti rugi jika rusak.

Status UHC Jadi Ganjalan Kerja Sama Layanan Kemoterapi BPJS di RSUD Koesma Tuban

Status UHC Jadi Ganjalan Kerja Sama Layanan Kemoterapi BPJS di RSUD Koesma Tuban

Layanan kemoterapi BPJS Kesehatan di RSUD dr. R. Koesma Tuban masih tertunda. BPJS Kesehatan sebut cakupan UHC Tuban belum capai syarat minimal 98,8 persen.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer