Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kronologi Dua Bocah TK Asal Rembang Meninggal di Kolam Renang Wisata Jatiwangi Tuban, Sempat Sarapan bersama Guru dan Orang Tuanya

Andreyan (An) • Kamis, 27 Juni 2024 | 09:02 WIB

OLAH TKP: Polsek Merakurak saat melakukan penyelidikan di lokasi tenggelamnya dua bocah asal Kabupaten Rembang tempat Wisata Air Jatiwangi, Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak Rabu (26/6)
OLAH TKP: Polsek Merakurak saat melakukan penyelidikan di lokasi tenggelamnya dua bocah asal Kabupaten Rembang tempat Wisata Air Jatiwangi, Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak Rabu (26/6)

Nasib nahas tidak ada yang tahu. Niat hati mengisi liburan sekolah sembari berwisata, kemarin (26/6) dua bocah rombongan taman kanak-kanak (TK) asal Kabupaten Rembang tenggelam dan meninggal di kolam renang Wisata Air Jatiwangi Park, Desa Tuwiriwetan, Kecamatan Merakurak.

SUASANA di kolam renang yang awalnya riuh penuh kegembiraan anak-anak, itu seketika sirna dan langit serasa runtuh menyusul ja­sad dua bocah yang dite­mukan me­ngapung.

Air ko­lam yang semula tampak segar berubah menjadi duka yang amat dalam.

Insiden memilukan itu terjadi terjadi sekitar pukul 08.00. Dua bocah nahas itu merupakan rombongan wisata asal Kabupaten Rem­bang.

Baca Juga: Kesigapan Damkar, Jasamarga dan Pertamina Padamkan Mobil Tangki di Tol

Kapolsek Merakurak AKP Ciput Abidin mengung­kapkan, kedua korban ma­sing-masing berusia 7 tahun.

Photo
Photo

‘’Kedua korban meru­pakan siswa salah satu TK di Ka­bupaten Rembang,’’ katanya usai melakukan olah tempat kejadian perkara.

Dikatakan Ciput, kedua kor­ban diduga tenggelam karena lepas dari penga­wa­san orang tua dan penge­lola wisata.

Pasalnya, kedua bocah itu ditemukan menga­pung tak bernyawa di kolam orang dewasa.

‘’Sebelum di­temukan meninggal, ke­dua korban masih sarapan bersama guru, orang tua, dan teman-teman­nya. Se­telah itu, bersama te­man-temannya lainnya, kedua korban ikut berenang,’’ terang dia.

Nahas, bukannya berga­bung dengan teman-teman­nya di kolam anak-anak, keduanya malah masuk di kolam renang orang dewasa.

Awalnya, kolam sedalam 1,5 meter baru terisi air sebagian—karena baru saja selesai dikuras, sehingga tidak tampak seperti kolam orang dewasa. Namun, la­ma-lama air dalam kolam penuh.

Seperti petaka yang tidak bisa diprediksi, kedua bocah itu tak kunjung beranjak dari kolam yang semakin dalam, hingga akhirnya tenggelam, lalu mengapung.

‘’(Karena kolam orang dewasa itu baru diisi air, Red) kedua korban tidak menyadari jika mereka berdua berenang di area kolam yang diperuntukan orang dewasa,’’ terang Ciput.

Lebih lanjut, berdasar hasil olah TKP dan keterangan dari pengelola, ketika sedang mengisi air, penjaga kolam mengaku tidak tahu ada anak kecil yang berenang di kolam orang dewasa ter­sebut.

‘’Saat kolam baru te­risi air dengan ketinggian sekitar 70 cm, kedua korban dijumpai sudah menga­pung,’’ ujarnya berdasar ketera­ngan dari pengelola wisata.

Oleh pengelola wisata, ke­dua bocah itu sempat di­la­rikan ke puskesmas se­tempat untuk mendapat pertolongan medis. Namun, nyawa kedua bocah itu tidak bisa diselamatkan.

‘’Saat di puskesmas, kedua korban dipastikan sudah tidak ber­nyawa,’’ tandasnya.(an/tok)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#jasad #Bocah TK Asal Rembang #Wisata Jatiwangi Tuban #duka #liburan #meninggal di kolam renang