RADARTUBAN – Tangis bayi yang awalnya pelan, itu lama-lama semakin kencang.
Semula, Lastonik, warga Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding mengira, bayi yang nangis di tengah malam itu digendong oleh ibunya karena tidak mau tidur. Sehingga dia tidak begitu menghiraukan, dan kembali tidur.
Namun, suara tangis bayi itu tak kunjung lalu. Sebaliknya, sumber suaranya terasa semakin dekat, seperti di depan rumahnya sendiri. Hingga akhirnya dia penasaran, lalu membuka pintu rumahnya.
Betapa terkejutnya, ternyata ada sesosok bayi yang tergeletak tepat di depan pintunya dengan kondisi terbungkus kain jarik bermotif batik warna coklat.
Dengan tubuh yang gemetar, perempuan paro baya itu langsung bergegas menghubungi Budi Setiawan, tetangganya yang kebetulan seorang pegawai Puskesmas Semanding.
‘’Takut terjadi apa-apa, saya langsung melapor tetangga sebelah,’’ katanya.
Kejadian yang mungkin akan dikenang Lastonik sepanjang hayatnya itu berlangsung Rabu (10/7) menjelang dini hari sekitar pukul 00.30.
Bayi malang itu lantas dibawa oleh Budi menuju bidan setempat untuk mendapatkan perawatan. Bayi berjenis kelamin laki-laki itu dalam kondisi sehat dan normal.
‘’Kira-kira beratnya 3,3 kilogram, diperkirakan usianya sekitar tiga hari,’’ ungkap bidan Karyani Kusumaningrum.
Usai menerima laporan penemuan bayi, Polsek Semanding langsung melakukan olah tempat kejadian perkara serta penyelidikan.
Kapolsek Semanding Iptu M Lukman Hakim melalui Kanit Reskrim Polsek Semanding Ipda Agung Prabowo mengatakan, pihaknya akan melakukan penyelidikan terkait orang tua bayi yang tega membuang bayi tak berdosa tersebut.
‘’Kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut,’’ tegasnya.
Lebih lanjut dikatakan Agung, pasca dievakuasi di bidan setempat, bayi tak beridentitas itu kemudian dibawa menuju Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos P3APMD) Tuban.
‘’Kami arahkan menuju dinas terkait yang membidangi,’’ imbuhnya.
Namun, karena dinsos tidak memiliki fasilitas untuk merawat bayi, sehingga terpaksa dirujuk ke RSUD Dr Koesma Tuban. (an/tok)
Editor : Muhammad Azlan Syah