RADARTUBAN - Banyak cara mem-branding diri. Ada yang melalui prestasi, dan ada pula yang melalui kemampuan maupun kegemaran, seperti yang dilakukan Ersalia Vifiyanti. Dia mem-branding diri lewat kegemarannya terhadap fashion.
Menurut Lia—sapaan akrabnya, pakaian bukan sekadar benda yang menempel di tubuh seseorang, namun sebagai identitas diri yang dapat dikenal banyak orang.
‘’Mereka yang kenal dan sering bertemu saya pasti sudah tahu dengan ciri khas saya, yang sering pakai jumpsuit,” katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Cewek asal Desa Sokosari, Kecamatan Soko itu mengaku mulai tertarik memakai jumpsuit sejak awal masuk kuliah.
Meski simpel, tapi tetap cantik di segala suasana.
‘’Saya tertarik pada jumpsuit karena modelnya tidak ribet dan awalnya karena saat kuliah, saya tidak mau pakai yang ribet-ribet,” ujarnya.
Lia mengaku awalnya melihat postingan seseorang, dia melihat orang tersebut terkesan aesthetic dan cantik ketika mengenakan jumpsuit, sehingga terinspirasi dari sana. ‘’Setelah itu saya mulai koleksi jumpsuit,” katanya.
Kini, alumnus Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro itu sudah mengoleksi puluhan pakaian jumpsuit di rumahnya.
“Saya mengkoleksi untuk ganti-ganti di setiap harinya,” paparnya.
Meski terbiasa memakai jumpsuit, namun beberapa orang di sekitarnya sering kali mempertanyakan alasannya menyukai pakaian model rompi tersebut. Lantaran, bagi banyak orang, pakaian tersebut terlalu kekanak-kanakan.
“Saya sering jadi pusat perhatian orang karena kemana-mana memakai jumpsuit,” tandasanya. (gik/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama