RADARTUBAN – Ajang pencarian bakat santriwan-santriwati dalam membaca Alquran dengan benar dan indah digelar Jawa Pos Radar Tuban.
Event yang bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Tuban tersebut bertitel Lomba Tartil Quran dan Saritilawah Piala Kepala Kemenag Tuban.
Untuk menggelorakan event tersebut, pekan lalu LPTQ Kabupaten Tuban mengedarkan surat ke seluruh LPTQ kecamatan di Bumi Ronggolawe.
Isinya, mengimbau seluruh jajaran LPTQ kecamatan untuk mengikutkan santriwan-santriwatinya pada ajang yang bertujuan meningkatkan kualitas pembacaan Alquran di masyarakat dan mengembangkan budaya membaca Alquran yang baik itu.
‘’Kita sangat men-support event ini,’’ ujar Ketua LPTQ Kabupaten Tuban Budi Wiyana di ruang kerjanya, Senin (17/3).
Babak penyisihan lomba ini berlangsung online, mulai 10 Maret hingga 10 April. Teknisnya, pendaftar mengakses link pendaftaran di https://bit.ly/lombatartilradartuban dan mem-follow akun Instagram @radar_tuban.
Setelah menstransfer biaya pendaftaran, peserta mengirimkan rekaman video tartil Alquran dan saritilawah ke nomor WhatsApp (WA) panitia. Video inilah yang diunggah di akun Instagram Radar Tuban sekaligus dinilai dewan juri dari LPTQ.
Event yang menguji kemampuan santri dalam membaca Alquran dengan cara tartil dan membaca saritilawah tersebut mengompetisikan tiga kategori.
Kategori A pesertanya TK/RA. Surah pilihannya, QS Al Lahab, QS Qn Nashr, QS Al Ilkhlas, QS Al Falaq, dan QS An Nas.
Kategori B (kelas 1-3 SD/MI). Surah pilihannya, QS Al Kafirun, QS Al Kautsar, QS Al Quraisy, QS Al Fiil, dan QS Al Ma'un.
Serta kategori C (kelas 4-6 SD/MI). Surah pilihannya, QS Al Lahab, QS Qn Nashr, QS Al Ikhlas, QS Al Falaq, dan QS An Nas.
Setelah dinilai tim juri, Jawa Pos Radar Tuban berencana mengumumkan finalis pada 23 April. Final diagendakan digelar pada 26 April.
Project Officer Lomba Tartil Quran dan Saritilawah Jawa Pos Radar Tuban Dwi Setiyawan mengatakan, memasuki hari kedelapan babak penyisihan kemarin, sudah belasan peserta yang mendaftar dan mengirimkan videonya.
‘’Jumlah ini kami perkirakan terus meningkat setiap harinya karena sejumlah calon peserta sudah konfirmasi dan tinggal melengkapi persyaratan,’’ ujarnya.
Dwi mengingatkan bahwa durasi rekaman video pembacaan tartil Alquran dan saritilawah atau intisari terjemahan ayat suci tersebut maksimal lima menit. Rekaman video harus dalam posisi vertikal atau berdiri.
‘’Peserta juga wajib mengenakan pakaian muslim atau muslimah,’’ ujar pemimpin redaksi (pemred) Jawa Pos Radar Tuban itu. (ds)
Editor : Yudha Satria Aditama