RADARTUBAN – Dicanangkan sebagai proyek strategis nasional (PSN), pembangunan jalan tol Demak-Tuban dan Gresik-Tuban mendadak tidak ada kabar.
Kapan mega proyek tersebut akan dimulai, hingga saat ini tidak ada kejelasan.
‘’Kedua proyek tersebut (Tol Demak-Tuban dan Gresik-Tuban, Red) masih dalam proses konsultasi publik,’’ ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Tuban Budi Wiyana beberapa waktu lalu. Padahal, tahap konsultasi publik itu sudah berlangsung dua tahun lebih.
Disampaikan Budi, terkait proyek tersebut, pemerintah daerah hanya bisa menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat.
Sebab, pembangunan jalan bebas hambatan itu sepenuhnya menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
‘’Proyek jalan tol ini merupakan kewenangan penuh pemerintah pusat,’’ bebernya.
Sebagaimana pernah disampaikan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), proyek jalan tol yang melintasi wilayah Tuban ini diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp 49,61 triliun.
Di Tuban, tol ruas Demak-Tuban dan Gresik-Tuban ini akan melintasi 41 desa di Kota Legen. Rinciannya, 35 desa di sepanjang ruas Demak-Tuban.
Meliputi wilayah Kecamatan Bancar, Kerek, Merakurak, Semanding, dan Tambakboyo, dengan panjang kurang lebih 53,8 kilometer.
Sementara itu, ruas Tuban-Gresik akan melewati enam desa di Kecamatan Plumpang dengan panjang sekitar 2-3 kilometer.
PSN yang melewati jalur utara pulau Jawa ini bertujuan untuk mendukung pengembangan industri di daerah yang dilintasi proyek ini, termasuk Tuban. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama