RADARTUBAN – Pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan industri di Tuban masih belum banyak dilirik.
Perusahaan besar yang beroperasi di Kota Legen tampaknya masih setia dengan bahan bakar konvensional, yang mengandalkan batu bara ketimbang gas bumi.
Terbukti, dari semua industri besar di Bumi Ronggolawe ini, hanya sebagian kecil yang beralih menggunakan bahan bakar gas.
Padahal, gas lebih ramah lingkungan dibanding batu bara.
Kondisi ini membuat perusahaan gas di Tuban kesulitan memasarkan produknya. Seperti yang dirasakan PT Sumber Aneka Gas (SAG).
Government Relation PT SAG Maria Magdalena mengatakan, sebenarnya, penggunaan gas bumi menjadi alternatif baru perusahaan untuk menggunakan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.
Namun sayang, masih banyak perusahaan yang enggan beralih.
‘’Gas bumi ini kan sifatnya ringan dan menguap, sehingga tidak menimbulkan limbah,’’ ujar humas perusahaan yang berlokasi di Desa Sambonggede, Kecamatan Merakurak tersebut.
Menurut Maria, bahan bakar fosil atau batu bara menyisakan endapan atau bekas pembakarannya berubah menjadi fly ash atau bottom ash, salah satu limbah B3.
Artinya, lebih rama lingkungan menggunakan gas.
‘’Tapi peminatnya di Tuban masih sedikit. Malah yang banyak dari luar Tuban, seperti Purwodadi dan Semarang,’’ bebernya.
Perempuan asal Kabupaten Malang itu berharap ada campur tangan pemerintah agar banyak perusahaan di Tuban yang beralih dari bahan bakar fosil ke gas.
‘’Bisa melalui kebijakan, yang kemudian mendukung agar perusahaan bisa beralih menggunakan gas untuk bahan bakar perindustriannya. Kalau memang pemerintah ingin iklim dan udara di daerahnya bagus, dan demi kepentingan Tuban, peralihan energi ini harus didukung,’’ ujarnya.
Lebih lanjut dia menyampaikan, selain ramah lingkungan, cost menggunakan gas bumi sebagai bahan bakar juga tidak jauh beda dengan batu bara.
‘’Meski ada selisih, itu pun tidak banyak. Tapi jika ada perusahaan ingin menggunakan gas, kami juga bisa memberikan harga lebih murah, kalau mau ambil di tempat kami sendiri,’’ tandasnya. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama