Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kepala Bapperida Tuban Abdul Rakhmat: Integrasi Satu Data Penting Cegah Salah Program dan Anggaran

Ahmad Atho’illah • Rabu, 24 Desember 2025 | 01:10 WIB
Kepala Bapperida Tuban Abdul Rakhmat, S.T.,M.T.
Kepala Bapperida Tuban Abdul Rakhmat, S.T.,M.T.

RADARTUBAN - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Tuban Abdul Rakhmat mengamini bahwa implementasi program Satu Data masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Pemkab Tuban untuk segera “dibereskan”.

Rakhmat mengatakan, sejauh ini masih sering ditemukan data yang belum terintegrasi.

Baik antarorganisasi perangkat daerah (OPD) maupun data dari desa. Dan, itulah yang menjadi atensi Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky.

Pada 2026 nanti, terang Rakhmat, Mas Lindra—sapaan akrabnya—mengharapkan semua data di lingkup Pemkab Tuban sudah terintegrasi menjadi satu data.

Dia mencontohkan data jalan rusak. Ketika datanya valid dan ter-update, maka proses penanganan jalan bisa optimal.

Artinya, ketika program perbaikan jalan hendak dilakukan, maka tidak perlu lagi sibuk mencari data. Pun tidak ada lagi kesalahan pengusulan kegiatan dari tingkat OPD.

Misalnya, jalan A diusulkan untuk dilakukan perbaikan, tapi ternyata kondisi jalannya—berdasar data yang terintegrasi dan ter-update masih baik, sehingga usulan itu dapat ditolak.

‘’Inilah pentingnya satu data, sehingga bisa meminimalisir kesalahan,’’ katanya saat diwawancarai wartawan koran ini beberapa waktu lalu.

Contoh lain, lanjut Rakhmat, adalah data terkait penerima bantuan pemberian makanan tambahan (PMT) pada balita atau ibu hamil.

Ketika data dari tingkat desa hingga kabupaten tidak terintegrasi, maka berpotensi adanya double anggaran.

Misalnya, si A sudah menerima program PMT dari pemerintah desa melalui dana desa (DD), tapi ternyata dinas kesehatan juga menganggarkan.

‘’Kalau nanti datanya sudah terintegrasi, maka kesalahan-kesalahan seperti itu bisa diminimalisir,’’ terang dia.

Disinggung ihwal paket swakelola terkait penyusunan dokumen Rencana Aksi Satu Data yang ditangani instansinya dengan anggaran Rp 99 juta, mantan kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban itu menjelaskan bahwa paket penyusunan dokumen secara swakelola itu merupakan kegiatan kerja sama dengan Direktorat Kerja Sama dan Pengelolaan Usaha (DKPU) Institut Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

‘’Kegiatan penyusunan dokumen Rencana Aksi Satu Data ini semacam FGD (focus group discussion). Jadi bukan baru menyusun program Satu Data, karena program Satu Data sudah jalan, dan kini terus dioptimalkan,’’ tandasnya.(tok/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #bupati #satu data #Bapperida #Aditya Halindra Faridzky #opd