RADARTUBAN – Upaya evakuasi kapal tanker MT Abigail W yang terdampar di Pantai Panduri, Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu hingga dua pekan setelah kejadian masih belum membuahkan hasil.
Kapal yang kandas sejak Rabu (21/1) itu belum berhasil digerakkan hingga Rabu (4/2).
Berbagai metode penyelamatan telah dilakukan oleh tim evakuasi yang dikoordinasikan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjung Pakis.
Namun, posisi kapal tanker yang sebelumnya berlayar dari Pelabuhan Merak tersebut masih sulit dipindahkan dari lokasi terdampar.
Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan, dan Patroli KSOP Kelas III Tanjung Pakis C.
Metropolitan Jaya mengatakan, pada pekan pertama tim fokus melakukan penarikan dengan bantuan kapal pendukung.
Upaya tersebut belum membuahkan hasil karena sejumlah kendala di lapangan.
“Hambatannya tidak hanya faktor cuaca, tetapi juga kondisi di bawah kapal yang menyulitkan proses penarikan,” ujar Metropolitan kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Memasuki pekan kedua, tim evakuasi mengalihkan fokus pada survei bawah kapal untuk mengidentifikasi penyebab utama kapal sulit bergerak.
Pemeriksaan dilakukan pada bagian lunas dan lambung kapal guna memastikan kondisi struktur kapal sebelum dilakukan penarikan lanjutan.
“Survei ini penting agar ketika dilakukan penarikan berikutnya kapal bisa segera terapung,” katanya.
KSOP Tanjung Pakis telah menurunkan penyelam berpengalaman untuk memeriksa kondisi bawah kapal. Namun, hasil sementara survei tersebut belum dapat disampaikan secara rinci.
“Masih dalam proses survei. Kami menunggu laporan lengkap dari tim di lapangan,” ujar Metropolitan.
Dia menambahkan, hasil pemeriksaan bawah kapal akan menjadi dasar penentuan langkah evakuasi selanjutnya.
Tim akan melakukan koordinasi dan analisis lanjutan setelah seluruh data terkumpul.
Selain kendala teknis, kondisi cuaca ekstrem yang masih berlangsung turut menyulitkan proses evakuasi di perairan. Tim evakuasi juga menunggu momentum pasang tertinggi yang dinilai paling ideal untuk menarik kapal dari lokasi kandas.
“Pasang tertinggi menjadi waktu yang paling memungkinkan untuk melakukan evakuasi,” kata Metropolitan.(an/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama