Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Jangan Sampai Menyesal ! Para Ahli Ungkap Tabungan untuk Pensiun Wajib Dimiliki Sebelum Usia 50 Tahun

M Robit Bilhaq • Rabu, 7 Januari 2026 | 17:10 WIB
Ilustrasi menabung dimasa pensiun.
Ilustrasi menabung dimasa pensiun.

RADARTUBAN - Periode pensiun menjadi waktu bagi seseorang untuk beristirahat dan menikmati hasil jerih payah dan tidak perlu lagi mencemaskan kondisi keuangan.

Sayangnya, realita itu tidak dialami oleh semua orang, banyak lansia yang terpaksa bekerja keras hingga usia senja demi memenuhi kebutuhan hidup dasar.

Oleh karena itu, bagi kalian yang mendambakan masa tua yang tenang, sangat krusial untuk mengalokasikan tabungan pensiun yang memadai sejak dini.

Terkait angka ideal yang harus dikumpulkan, Fidelity, sebuah perusahaan penyedia rencana pensiun, memberikan tolak ukur spesifik.

Ketika seseorang menginjak usia 50 tahun, setidaknya sudah mengantongi tabungan senilai enam kali lipat dari total pendapatan tahunannya.

Perhitungan tersebut didasarkan pada asumsi jika seseorang berencana untuk berhenti bekerja sepenuhnya pada usia 67 tahun.

Sebagai ilustrasi, dalam satu tahun total penghasilan Anda mencapai Rp 100 juta, maka target tabungan yang harus tersedia adalah Rp 600 juta (hasil perkalian pendapatan tahunan dengan faktor enam).

Meski demikian, angka tersebut tidak bersifat paten, Nathan Sebesta, seorang perencana keuangan bersertifikat sekaligus pendiri Access Wealth Strategies, menjelaskan bahwa kebutuhan dana yang dibutuhkan setiap individu akan bervariasi.

Hal ini sangat bergantung pada beberapa variabel kunci, seperti target usia pensiun yang diinginkan, estimasi besaran pengeluaran bulanan setelah berhenti bekerja, serta wilayah atau lokasi tempat tinggal Anda nantinya.

Lantas, apa yang harus dilakukan jika saat ini saldo tabungan yang ada masih sangat jauh dari angka ideal tersebut?

Jika Anda merasa sudah tertinggal dalam mengumpulkan dana, Sebesta memberikan saran untuk melakukan penyesuaian ekspektasi terhadap standar hidup saat pensiun.

Manfaatkan sisa masa produktif sekitar 10 hingga 15 tahun ke depan untuk memprioritaskan pelunasan segala bentuk utang, memangkas pengeluaran yang tidak mendesak, dan mempertimbangkan untuk menetap di daerah dengan biaya hidup yang lebih terjangkau.

Sebagai alternatif terakhir apabila cara-cara di atas belum mencukupi, mungkin harus menerima kenyataan untuk tetap bekerja meski sudah memasuki usia pensiun.

Sebesta mengakui bahwa tidak ada yang menginginkan tetap bekerja di masa tua, namun bagi mereka yang terlambat memulai perencanaan keuangan dan tidak mampu mengejar target, opsi ini menjadi pilihan paling realistis untuk bertahan hidup. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#kondisi keuangan #tabungan pensiun #lansia #finansial #pensiun