Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ketegangan AS–Iran Memuncak, Donald Trump Beri Ultimatum 48 Jam

M Robit Bilhaq
Penulis: M Robit Bilhaq❯
 Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Advertisement

RADARTUBAN - Ketegangan diplomatik serta militer antara Amerika Serikat dan Iran semakin memuncak dan tidak ada indikasi mereda, terutama setelah Presiden Donald Trump memberikan ancaman terbaru dengan batas waktu 48 jam.

Pernyataan keras tersebut muncul saat operasi pencarian terhadap seorang pilot Amerika yang hilang di wilayah Iran yang masih terus diupayakan oleh pihak militer.

Melalui unggahan di platform media sosial pribadinya, Trump memberikan peringatan keras melalui unggahan platform media sosialnya.

Advertisement

Peringatan tersebut terkait ultimatum yang pernah Trump sampaikan kepada pemerintah Teheran sebelumnya.

Trump mengingatkan kembali momen saat dirinya memberikan waktu sepuluh hari bagi Iran untuk menyepakati perjanjian atau menghadapi konsekuensi militer yang sangat berat.

Advertisement

Menurut pandangannya, waktu bagi Iran hampir habis karena dalam dua hari ke depan kekuatan penuh militer akan segera dikerahkan.

Munculnya gertakan ini berbarengan dengan situasi lapangan yang kian memanas, di mana militer Amerika Serikat telah memasuki hari kedua misi pencarian pilot yang jatuh di area terpencil Iran.

Pihak Teheran sendiri secara resmi mengeklaim bahwa mereka telah berhasil menembak jatuh sebuah jet tempur F-15 milik Amerika Serikat.

Laporan media menyebutkan bahwa dari dua awak pesawat tersebut, satu orang berhasil dievakuasi dengan selamat, namun satu orang lainnya masih dinyatakan hilang hingga saat ini.

Fattah Mohammadi selaku wakil gubernur provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad, menjelaskan bahwa proses pencarian tersebut melibatkan kolaborasi antara personel militer serta penduduk sipil lokal.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar TubanIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Yusril Tegaskan Kasus Dugaan Penyadapan Telepon Pejabat Negara Bukan Perkara Makar

Yusril Tegaskan Kasus Dugaan Penyadapan Telepon Pejabat Negara Bukan Perkara Makar

Yusril Ihza Mahendra menegaskan kasus dugaan penyadapan telepon Presiden dan pejabat negara tidak terkait makar, melainkan berkaitan dengan UU ITE.

Profil Kristomei Sianturi, Jenderal TNI yang Kini Pimpin BNPB Gantikan Suharyanto

Profil Kristomei Sianturi, Jenderal TNI yang Kini Pimpin BNPB Gantikan Suharyanto

Letjen TNI Kristomei Sianturi resmi menjadi Kepala BNPB menggantikan Suharyanto. Simak profil dan perjalanan kariernya dari lulusan Akmil 1997 hingga Pangdam XXI/Radin Inten.

Rocky Gerung Jadi Wantimpres Prabowo, Begini Jawabannya soal Masuk Lingkaran Kekuasaan

Rocky Gerung Jadi Wantimpres Prabowo, Begini Jawabannya soal Masuk Lingkaran Kekuasaan

Rocky Gerung resmi menjadi Wantimpres Prabowo setelah dikenal sebagai pengkritik pemerintah. Lantas, apa alasan dan perannya di Istana? Baca selengkapnya.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer