Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Profil Friedrich Merz, Kanselir Baru Jerman yang Gantikan Olaf Scholz

Mohammad Mukarom • Rabu, 26 Februari 2025 | 21:45 WIB

 

Friedrich Merz, Kanselir Baru Jerman
Friedrich Merz, Kanselir Baru Jerman

RADARTUBAN - Jerman baru saja menyelesaikan pemilu pada 23 Februari 2025, yang membawa perubahan besar dalam kepemimpinan negara tersebut.

Friedrich Merz dari Partai Persatuan Demokratik Kristen (CDU) berhasil memenangkan pemilu dan berpeluang besar menggantikan Olaf Scholz sebagai Kanselir Jerman.

Dalam unggahan Instagram @merzcdu, Friedrich Merz mengaku bersyukur atas kemenangan pada kontestasi politik tersebut.

"Kami (CSU dan CDU) telah memenangkan pemilihan federal ini. Terima kasih atas kepercayaan yang telah engkau berikan kepada kami dan telah berikan kepada saya. Dan dalam konteks ini, saya ingin mengucapkan kata hormat kepada pesaing politik kita," tulisnya.

"Sekarang kita akan segera memenuhi mandat pemerintah kita, karena dunia di luar sana tidak menunggu kita. Dia juga tidak menunggu pembicaraan dan negosiasi koalisi yang panjang. Kita harus bertindak cepat sekarang," tambahnya.

Berdasarkan laporan bbc.com, CDU meraih suara terbanyak dengan perolehan 28,6 persen, disusul oleh Partai Alternatif untuk Jerman (AfD) yang mengamankan 20,8 persen.

Sementara itu, Partai Sosial Demokrat (SPD), yang sebelumnya memimpin pemerintahan di bawah Scholz, harus puas di posisi ketiga dengan 16,4 persen.

Dengan komposisi ini, CDU menjadi kekuatan dominan di Bundestag dan diprediksi memimpin pemerintahan Jerman ke depan.

Sebelum pemilu ini, Jerman dipimpin oleh koalisi antara SPD dan Partai Hijau, dengan Olaf Scholz sebagai Kanselir sejak 2021.

Awalnya, koalisi ini juga melibatkan Partai Demokrat Bebas (FDP), tetapi partai tersebut keluar dari pemerintahan setelah pemecatan ketuanya, Christian Lindner, yang juga menjabat sebagai Menteri Keuangan Jerman.

Mengutip pbs.org, Scholz memecat Lindner pada November 2024 karena perbedaan tajam terkait kebijakan ekonomi.

Lindner menolak kenaikan pajak dan pemangkasan program kesejahteraan, yang menjadi salah satu alasan ketegangan di pemerintahan.

Pemecatan ini memicu ketidakstabilan politik dan berujung pada pemilu yang digelar lebih awal dari jadwal seharusnya.

Friedrich Merz, yang kini berada di ambang kursi Kanselir, lahir pada 11 November 1955 di Brilon, Jerman Barat. Ayahnya, Joachim Merz, adalah seorang hakim sekaligus anggota CDU, sedangkan ibunya, Paula Savigny, memiliki garis keturunan bangsawan Prancis.

Pada 1975, Merz bergabung dengan Angkatan Darat Jerman di satuan artileri swagerak, sebelum melanjutkan studi di Universitas Bonn dan kemudian Universitas Marburg.

Karier politiknya dimulai sejak ia bergabung dengan CDU pada 1972, dan ia menikahi Charlotte Gass pada 1981, dikaruniai tiga anak.

Menurut kas.de, Merz mulai dikenal luas setelah menjadi anggota Parlemen Uni Eropa pada 1989, lalu terpilih sebagai anggota Bundestag pada 1994 mewakili Hochsauerlandkreis.

Dua tahun kemudian, ia dipercaya memimpin fraksi CDU/CSU dalam komite keuangan, di mana ia turut merancang reformasi kebijakan perpajakan Jerman.

Ketika CDU kalah dalam pemilu 1998, Merz tetap aktif dan menjadi wakil ketua fraksi di Bundestag di bawah Wolfgang Schäuble. Namun, karier politiknya sempat meredup akibat persaingan internal di partai, terutama dengan Angela Merkel.

Laporan voxnews.al menyebutkan bahwa setelah CDU mengalami kekalahan dalam pemilu 2002, Merz bersaing dengan Merkel untuk memperebutkan kepemimpinan partai.

Namun, ia tersingkir dari struktur kepemimpinan ketika Merkel resmi menjadi ketua dan kemudian menjabat sebagai Kanselir Jerman dari 2005 hingga 2021.

Pasca tersingkir dari dunia politik, Merz berkarier sebagai pengacara dan eksekutif di berbagai perusahaan multinasional. Selama periode ini, ia sering melakukan perjalanan bisnis ke Amerika Serikat dan Tiongkok serta berhasil meningkatkan kekayaannya.

Tahun 2018 menjadi titik balik bagi Merz ketika ia mencoba kembali ke politik setelah Merkel mundur dari jabatan Ketua CDU.

Namun, ia gagal dalam dua upaya merebut kepemimpinan partai pada 2018 dan 2021, sebelum akhirnya berhasil terpilih sebagai Ketua CDU pada Januari 2022 menggantikan Armin Laschet.

Menurut knowinsiders.com, setelah terpilih sebagai pemimpin CDU, Merz menekankan kebijakan konservatif dengan fokus pada disiplin fiskal, deregulasi ekonomi, dan kebijakan pasar bebas.

Selain itu, ia juga memperjuangkan pengendalian imigrasi yang lebih ketat dan mendorong Jerman untuk memainkan peran lebih dominan dalam Uni Eropa.

Kemenangan CDU dalam pemilu 2025 menempatkan Merz di jalur kuat untuk menjadi Kanselir Jerman.

Dengan latar belakangnya yang konservatif dan pro-pasar bebas, kebijakan ekonomi dan politik luar negeri Jerman diperkirakan akan mengalami perubahan signifikan di bawah kepemimpinannya. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Friedrich Merz #pemilu #jerman #Olaf Scholz #kanselir jerman