Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Dampak Ketegangan Global dan Kebijakan Tarif, Singapura Akui Perlambatan Ekonomi Besar dan Berkelanjutan

Ika Nur Jannah • Sabtu, 3 Mei 2025 | 20:05 WIB

Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong
Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong

RADARTUBAN - Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, mengungkapkan bahwa negara kota tersebut tengah bersiap menghadapi perlambatan ekonomi besar dan berkepanjangan.

Hal ini diakibat meningkatnya ketegangan global serta kebijakan tarif dari Amerika Serikat yang berdampak luas.

Dalam pernyataan terbarunya, Wong menegaskan bahwa situasi ekonomi global saat ini membawa dampak serius terhadap Singapura, termasuk dalam bentuk penundaan investasi dan penurunan aktivitas operasional sejumlah perusahaan.

Ia mengingatkan masyarakat bahwa pemulihan ekonomi tidak akan secepat yang diharapkan banyak orang saat awal pandemi Covid-19.

"Ini adalah tantangan paling besar yang pernah kita hadapi. Kita harus siap secara mental untuk melalui periode sulit yang mungkin berlangsung lama," kata Lawrence Wong, Jumat (2/5).

Baca Juga: PM Singapura Lawrence Wong Kecewa Atas Tarif Baru AS, Peringatkan Dampak Global

Selain tekanan dari sektor bisnis, masyarakat juga dihadapkan pada lonjakan biaya hidup yang dipicu inflasi global.

Meskipun inflasi mulai menunjukkan tren penurunan, Wong menyebut ketidakpastian geopolitik dapat kembali memicu kenaikan harga dan memperburuk kondisi sosial-ekonomi.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Singapura meluncurkan paket bantuan ekonomi tahun 2025.

Baca Juga: Singapura Fokus Gaet Wisatawan Komunitas Berbasis Minat dari Indonesia pada 2025

Paket ini mencakup voucher konsumsi bagi warga, serta insentif pajak bagi pelaku usaha, sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas dunia usaha di tengah ancaman perlambatan ekonomi.

Wong juga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memantau kondisi global dan melakukan penyesuaian kebijakan demi melindungi perekonomian nasional.

Meski data menunjukkan ekonomi Singapura masih tumbuh, tekanan dari faktor eksternal diperkirakan akan tetap membayangi dalam waktu dekat.

Pemerintah menyerukan kerja sama seluruh pihak untuk menjaga ketahanan ekonomi dan sosial negara tersebut. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#perlambatan ekonomi besar dan berkepanjangan #ketegangan global #lawrence wong #perdana menteri singapura #Amerika Serikat #kebijakan tarif