Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tren Unik di China, Anak Muda Rekomendasikan Mantan ke Calon Pasangan

Ika Nur Jannah • Selasa, 10 Februari 2026 | 18:30 WIB

Ilustrasi sepasang kekasih.
Ilustrasi sepasang kekasih.

RADARTUBAN - Generasi muda di China kini tengah digelitik oleh tren kencan terbaru mempromosikan mantan kekasih ke calon pasangan baru, layaknya memberi izin kandidat kerja.

Fenomena yang sering disebut “rekomendasi mantan pasangan” ini muncul dan menyebar pesat di media sosial, sekaligus mencerminkan kecemasan dan keterbukaan baru anak muda dalam menghadapi dunia kencan modern.

Fenomena “rekomendasi mantan” viral di media sosial

Tren ini berawal dari sebuah unggahan viral yang betapa sulitnya menemukan pasangan “normal” di era sekarang. Di kolom komentar, warganet kemudian beramai‑ramai menawarkan mantan kekasih mereka sendiri, seolah merekrut kandidat berpengalaman.

Baca Juga: Tren Lari dan Endurance Marak, Dokter Ungkap Risiko Aritmia Penyebab Kematian Mendadak

Dalam unggahan tersebut, mereka mencantumkan usia, pekerjaan, karakter, kelebihan, hingga kekurangan, dengan nada serius seperti menawarkan kandidat karyawan yang kompeten.

Pendekatan ini bermula dari sebuah unggahan viral yang mengeluhkan betapa sulitnya menemukan pasangan ideal di ruang kencan modern.

Tak lama kemudian, pengguna lain ikut berpartisipasi dengan menulis rekomendasi mantan pasangan mereka di kolom komentar, seolah-olah dirinya adalah perekrut yang membantu “perekrutan” orang untuk menjalin hubungan.

Gaya tulisan menyerupai CV profesional

Ciri khas tren ini terletak pada cara penjabarannya yang terstruktur. Beberapa unggahan menuliskan poin-poin seperti “usia 25 tahun, bekerja di perusahaan swasta, stabil secara emosional, bisa diajak berdiskusi, kekurangan: sedikit manja. Patut mempertimbangkan.”

Tak jarang netizen juga menyisipkan “referensi” berupa pengalaman berpacaran dalam kurun waktu tertentu, misalnya “berdasarkan observasi langsung selama tiga tahun”.

Susunan seperti ini melahirkan kesan seolah mantan kekasih merupakan sosok yang telah lolos proses uji loyalitas, sikap, dan kesiapan batin untuk menjalin hubungan serius.

Tren ini mencerminkan fenomena yang lebih luas dalam masyarakat Tiongkok kesepian generasi muda yang tinggi, tekanan keluarga soal pernikahan, dan kesulitan kencan di era digital.

Sebagian pemuda menilai rekomendasi mantan pasangan sama pentingnya dengan memberikan rekomendasi kerja, karena menyangkut kualitas hubungan jangka panjang.

Tanggapan masyarakat terhadap tren ini beragam. Sebagian mengapresiasi kreativitas dan humor positif yang dilekatkan pada dinamika pacaran, sementara lainnya mengingatkan pentingnya menjaga privasi dan batas rasa hormat saat membahas mantan pasangan secara publik.

Untuk sementara, fenomena “rekomendasi mantan kekasih” belum menjadi program resmi platform, tetapi viralitasnya di media sosial.

membuat ia menjadi bagian dari narasi baru soal bagaimana anak muda China merancang jalan menuju cinta yang lebih terbuka dan kolaboratif walau dimulai dari memperlakukan mantannya kandidat kerja yang direkomendasikan. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#kekasih #digital #mantan #fenomena #China #muda