RADARTUBAN - Pemerintah Iran secara resmi mengumumkan penundaan upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang semula dijadwalkan pada Rabu malam (4/3), di Teheran.
Penundaan ini dilakukan beberapa hari setelah Khamenei dilaporkan tewas akibat serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Alasan Logistik dan Antusiasme Massa
Alasan utama penundaan adalah tingginya antusiasme masyarakat dari berbagai daerah yang ingin menghadiri prosesi tersebut.
Kantor berita Tasnim Iran menyebut persiapan logistik masih berlangsung untuk menampung jutaan pelayat, termasuk infrastruktur yang memadai di Aula Doa Khomeini.
Mohsen Mahmoudi, Kepala Dewan Koordinasi Pengembangan Islam Teheran, menegaskan bahwa partisipasi massal memerlukan penyiapan ekstra agar upacara berjalan lancar.
Baca Juga: Sering Disebut Saat Krisis Iran, Apa Itu Ayatollah? Ini Makna, Syarat, dan Kekuatannya
Penentuan Pemimpin Baru di Tengah Perang
Alasan kedua adalah proses percepatan pemilihan pemimpin tertinggi pengganti Khamenei.
Ulama senior Ayatollah Ahmad Khatami menyatakan bahwa Majelis Pakar hampir mencapai kesepakatan, meski situasi perang mempersulit proses tersebut.
Penundaan ini memastikan transisi kepemimpinan tetap prioritas di tengah konflik berkepanjangan.
Hingga kini, tanggal baru pemakaman belum diumumkan, sementara Iran menetapkan masa berkabung nasional 40 hari. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni