Jangan Abaikan Kebiasaan Mendengkur, Bisa Jadi Tanda Obstructive Sleep Apnea

RADARTUBAN - Kebiasaan mendengkur saat tidur tidak selalu bisa dianggap sepele. Kondisi tersebut bisa menjadi salah satu tanda gangguan pernapasan, terutama jika disertai henti napas, tubuh mudah lelah, hingga sulit berkonsentrasi pada siang hari.
Dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT), dr. Gustav Syukrinto, mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan kebiasaan mendengkur.
Sebab, gangguan tersebut dapat berkaitan dengan obstructive sleep apnea (OSA), yakni kondisi ketika saluran pernapasan mengalami penyumbatan saat seseorang tidur.
Dalam perbincangan di kanal YouTube Dokter M, dr. Gustav menjelaskan, OSA dapat menyebabkan penurunan kadar oksigen selama tidur.
Akibatnya, kualitas istirahat terganggu dan tubuh tidak memperoleh waktu pemulihan yang optimal.
Dampaknya juga perlu diperhatikan pada anak-anak. Gangguan pernapasan ketika tidur berpotensi memengaruhi pertumbuhan rahang dan gigi, konsentrasi, hingga perkembangan anak.
Anak yang mengalami gangguan tidur berulang bisa menunjukkan tanda-tanda seperti mudah mengantuk dan mengalami penurunan prestasi belajar.
Penanganan Gangguan THT Harus Sesuai Penyebab
Menurut dr. Gustav, penanganan gangguan THT tidak bisa disamaratakan. Pasien perlu menjalani pemeriksaan untuk mengetahui sumber masalah, termasuk lokasi penyumbatan saluran pernapasan.
Operasi pun bukan satu-satunya pilihan penanganan. Tindakan medis harus mempertimbangkan kondisi dan keluhan masing-masing pasien.
Selain gangguan pernapasan saat tidur, kebiasaan menggunakan earphone atau headset juga perlu mendapat perhatian. Penggunaan perangkat tersebut dengan volume terlalu tinggi dan durasi panjang dapat meningkatkan risiko gangguan pendengaran.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




