Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Rasul Mengajarkan Tidur Miring ke Kanan. Ini Kajian dari Sisi Medis

Dwi Setiyawan • Sabtu, 13 April 2024 | 12:50 WIB
Ilustrasi seorang anak sedang tidur
Ilustrasi seorang anak sedang tidur


RADARTUBAN-Tidur merupakan bagian penting dalam siklus kehidupan manusia.

Tidak hanya mengistirahatkan berbagai organ tubuh yang terus-menerus digunakan, tidur memiliki manfaat bagi pertumbuhan sekaligus memelihara kesehatan jantung.

Karena itu, gangguan tidur dan kurang tidur seringkali menyebabkan seseorang kehilangan produktivitasnya. Juga memicu tekanan darah tinggi, lesu, dan tidak fokus.

Kualitas tidur seseorang tidak hanya dari durasinya, namun juga dipengaruhi kualitas tidur.

Dalam penelitiannya, Cicik Sulistiyani mendalami beberapa faktor yang berhubungan dengan kualitas tidur mahasiswa yang dipengaruhi kondisi lingkungan, pencahayaan, aktivitas, dan gaya hidup.

‘’Tingkat keterangan cahaya di sekitar tempat tidur dapat memengaruhi kualitas tidur dengan cara memengaruhi jumlah hormon melatonin yang akan disekresikan kelenjar pineal,’’ ujarnya.

Dia menyampaikan, semakin terang pencahayaan, fungsi sensor kelenjar pineal akan terganggu.

Dampaknya menekan jumlah hormon melatonin yang akan disekresikan, sehingga mengurangi tingkat kenyenyakan tidur seseorang. Selain pencahayaan, posisi tidur juga berpengaruh dalam kenyamanan seseorang serta menjadi sebuah manfaat bagi tubuh itu sendiri.

Islam mengajarkan bagaimana posisi tidur yang baik dan terbukti secara medis.

Rasulullah Muhammad SAW mengajarkan kita untuk tidur dengan posisi menghadap ke kanan, seperti dalam hadis yang diriwayatkan Bukhari dan muslim berikut; ‘’Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (HR Bukhari & Muslim).

Sebuah penelitian membuktikan manfaat posisi tidur yang diajarkan Rasulullah tersebut.

Dalam penelitian Cheng-Deng Kuo dan Gau-Yang Chen, dibahas perbandingan tiga posisi tidur dalam modulasi sinyal saraf simpatis pada pasien dengan penyakit arteri coroner.

Disebutkan bahwa tidur dengan posisi miring kanan membuat modulasi saraf simpatis lebih baik dan lebih disarankan untuk penderita penyakit arteri coroner.

Selain itu, penelitian Dinarwulan Puspita menyebutkan bahwa posisi tidur miring kanan dapat meningkatkan kualitas tidur pada pasien gagal jantung kongestif.

Dari hasil pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa tidur merupakan hal penting bagi tubuh manusia yang banyak manfaatnya, dan salah satu cara meningkatkan kualitas tidur adalah dengan cara memperhatikan posisi tidur itu sendiri seperti yang diajarkan oleh nabi Muhammad SAW. yang ternyata secara medis juga terbukti manfaatnya. (*)

Editor : Amin Fauzie
#Tidur Miring ke Kanan