RADARTUBAN - VO2 Max menjadi indikator utama kebugaran kardiorespirasi yang krusial bagi pelari, karena mengukur volume maksimal oksigen yang diproses tubuh per menit per kilogram berat badan.
Semakin tinggi nilai VO2 Max, semakin efisien tubuh memanfaatkan oksigen untuk menghasilkan energi adenosin trifosfat (ATP) saat berlari.
Pengukuran ini dinyatakan dalam satuan mL/kg/menit, di mana atlet pelatihan bisa mencapai nilai hingga 10 poin lebih tinggi dari orang dewasa biasa.
Apa itu VO2 Max?
VO2 Max mencerminkan kemampuan paru-paru, jantung, dan otot dalam menyerap serta mendistribusikan oksigen selama aktivitas intens.
Menurut dr. Taufan, Spesialis Kedokteran Olahraga, oksigen tersebut penting untuk performa lari yang tahan lama, bukan hanya untuk hiking atau tenis.
Nilai ideal bervariasi antar individu, dipengaruhi genetik, usia, jenis kelamin, dan ketinggian lokasi.
Cara Mengukur VO2 Max
Pengujian umum dilakukan di treadmill dengan intensitas bertahap sambil memantau detak jantung hingga batas maksimum, dihentikan saat subjek sangat lelah.
Dokter spesialis seperti dr. Jabbar Hayyan menekankan faktor eksternal seperti komposisi tubuh juga mempengaruhi hasil tes.
Fasilitas seperti Sports Injury and Performance (SPEC) menyediakan pengukuran lengkap serta analisis komposisi tubuh.
Tingkatkan VO2 Max untuk Pelari
Latihan High Intensity Interval Training (HIIT), seperti sprint singkat yang diikuti jalan santai, efektif menaikkan VO2 Max.
Kombinasikan dengan jogging rutin intensitas rendah, kurangi lemak tubuh, dan pertahankan kekuatan otot untuk hasil optimal.
Manfaatnya termasuk stamina lebih panjang, pemulihan cepat, serta pencegahan cedera saat lari. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni