Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Distribusi Kartu Tani Tak Maksimal

Amin Fauzie • Rabu, 22 Februari 2023 | 00:30 WIB
Ilustrasi Kartu Tani (Radar Tuban)
Ilustrasi Kartu Tani (Radar Tuban)
Radartuban.jawapos.com – Keseriusan BNI sebagai bank penyalur kartu tani (kartani) patut dipertanyakan. Sepanjang 2022 lalu, bank himbara ini hanya mampu menyalurkan 4.000 kartu tani (kartani). Padahal, total kartu yang harus didistribusikan sebanyak 14.000. Praktis, baru sekitar 28 persen saja yang tersalurkan.

Hal ini seakan menunjukkan ketidaksiapan BNI sebagai bank penyalur. Kepala Bidang Sarana Pertanian Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Peternakan (DKP2P) Novembria Susetyowati menegaskan bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan BNI Cabang Tuban perihal proses distribusi yang lamban tersebut.

Bahkan, koordinasi secara spesifik juga sudah dilakukan. Mulai kesiapan pengisian saldo, hingga pendistribusian electronic data captrue (EDC)—mesin yang dipakai untuk melakukan transaksi menggunakan kartani.

Ditegaskan Novi—sapaan akrab Novembria Susetyowati—pendistribusian kartani sepenuhnya dilakukan oleh pihak bank. Sedangkan DKP2P hanya berwenang membuatkan perencanaan sistem e-RDKK (rencana definitif kebutuhan kelompok), serta memverifikasi dan memvalidasi data.

‘’Selebihnya (proses distribusi kartu, Red) tanggung jawab bank penyalur,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban. Sehingga, tegas dia, perihal keterlambatan proses distribusi kartu,  sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak bank.

Novi berharap, kartu yang masih tertahan agar segera didistribusikan secara maksimal pada tahun ini. Sehingga tidak ada lagi alasan problem penyaluran pupuk subsidi yang disebabkan kartu petani belum diterima petani.

‘’Kami memohon pihak BNI Cabang Tuban untuk segera menindaklanjuti dan memaksimalkan pendis tribusian kartani, termasuk EDC sebagai alat pencairan,’’ tandasnya.

Bidang Pemasaran Bisnis BNI Cabang Tuban Herny Kuncah yani membenarkan bahwa baru dari total 14.000 kartani baru 4000 yang tersalurkan. Sehingga masih tersisa 10.000 yang belum terdistribusi.

Sejauh ini, kata dia, distribusi sudah dila kukan secara optimal. Koordinasi dengan dinas terkait, desa, kecamatan, bahkan kelompok akan kami maksimalkan tahun ini,’’ katanya.

Sebagaimana diketahui, kartani diterbitkan merujuk Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2022 tentang Cara Penetapan Alokasi dan Harga Ecerean Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian.

Di antara isinya, para petani wajib menggunakan kartani untuk menebus pupuk bersubsidi di kios-kios yang telah disediakan. Sehingga kartu yang dimaksud amat penting bagi petani untuk mendapatkan pupuk subsidi dengan mudah. (zid/tok)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Amin Fauzie
#kartani #kartu tani #BNI #kartani untuk pupuk bersubsidi #distribusi kartu tani