Terbukti, sekarang ini Kemenag Tuban telah menerima 353 pasangan pengantin untuk menikah di malam songo atau malam ke-29 Ramadan.
Kasi Bimas Islam Kemenag Tuban Mashari mengatakan, setiap Ramadan, peminat melangsungkan akad nikah di malam kesembilan Ramadan selalu tinggi.
Termasuk tahun ini yang tercatat 353 pasangan. Angka tersebut turun 38 pasangan jika dibandingkan dengan Ramadan tahun lalu, 391 pasangan.
Meski demikian, kata dia, angka tersebut tergolong tinggi. Menurut dia, malam songo dipercaya masyarakat memiliki keberkahan bagi pasangan yang menikah.
Salah satu kepercayaan masyarakat Jawa yang masih kental adalah menikah di malam songo tidak perlu menghitung neptu atau hitungan penanggalan Jawa pasangan pengantin. Begitu juga hitungan tanggal dilangsungkannya pernikahan.
‘’Karena kepercayaan yang masih kuat itu, setiap malem songo angka pasangan yang menikah selalu tembus 300 lebih,’’ ujarnya saat diwawancarai Jawa Pos Radar Tuban.
Pejabat kelahiran Lamongan itu mengungkapkan, keberkahan menikah di malem songo paling banyak dipercaya masyarakat di wilayah selatan dan timur Bumi Ronggolawe. Setiap tahun, kecamatan di wilayah tersebut menyumbang terbanyak jumlah pendaftar pengantin.
Begitu juga tahun ini. Kecamatan Widang menempati urutan terbanyak, 38 pasangan. Berikutnya, Parengan (37 pasangan), Semanding (35 pasangan), Rengel (30 pasangan), Soko (36 pasangan), Plumpang 24 (pasangan), dan Palang (26 pasangan).
Mashari menyampaikan, pasangan tersebut mendaftar sebelum Ramadan. Hanya saja, untuk akad nikahnya berlangsung pada malam kesembilan.
Untuk menikahkan 353 pasangan di malem songo, kata dia, Kemenag Tuban menerjunkan 32 penghulu. Jadwalnya pun telah ditetapkan masing-masing KUA.
‘’Terkait waktu dan petugasnya sudah diinformasikan kepada calon pengantin di KUA masingmasing,’’ ujarnya. (fud/ds)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Amin Fauzie