Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

BI Pastikan Stabilitas Sistem Keuangan Tetap Terjaga

Tulus Widodo • Selasa, 24 Oktober 2023 | 18:19 WIB
Photo
Photo

RADARTUBAN – Bank Indonesia memastikan Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) pada semester I 2023 tetap terjaga. Ini sejalan dengan berlanjutnya pemulihan perekonomian domestik di tengah masih tingginya ketidakpastian perekonomian global.

Dilansir dari laman resmi BI, terjaganya SSK tecermin dari ketahanan sistem keuangan yang kuat, intermediasi yang membaik, dan inklusi keuangan yang meningkat.

Bank Indonesia meyakini SSK ke depan masih akan tetap terjaga. Ditopang oleh sinergi dan inovasi kebijakan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) serta bauran kebijakan Bank Indonesia, termasuk kebijakan makroprudensial akomodatif.


Bank Indonesia juga terus mendorong inovasi kebijakan makroprudensial yang difokuskan untuk memperkuat peran sektor keuangan dalam intermediasi melalui implementasi kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM) pada empat sektor ekonomi dan kebijakan Transparansi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) dengan pendalaman pada suku bunga sektor-sektor hilirisasi.


Selain itu, Bank Indonesia melanjutkan kebijakan akomodatif terhadap instrumen kebijakan makroprudensial rasio Countercyclical Capital Buffer (CCyB), Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM), dan Rasio Loan To Value (LTV).


Deputi Gubernur BI, Juda Agung menyampaikan, konsistensi, inovasi, dan sinergi merupakan tiga prinsip utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dia menuturkan, selama semester I 2023 stabilitas sektor keuangan masih terjaga dengan baik meski dihadapkan pada lingkungan risiko suku bunga global yang tinggi dalam jangka panjang (higher for longer).

Mantan Direktur Eksekutif di IMF itu juga menekankan bahwa Bank Indonesia berupaya menjaga stabilitas dan momentum pemulihan ekonomi dengan menaikkan suku bunga kebijakan sebesar 25 bps menjadi 6,00 persen. Langkah tersebut untuk memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak meningkat tingginya ketidakpastian global. Serta, sebagai langkah pre-emptive dan forward looking untuk memitigasi dampaknya terhadap imported inflation.

Dia lebih lanjut menyampaikan, untuk menghadapi tantangan ke depan, Bank Indonesia terus melakukan penguatan respons kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Langkah yang dilakukan, diantaranya mengembangkan inovasi kebijakan seperti penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM), dan QRIS Cross Border.

Juga, memperkuat ketahanan siber yang bersifat end to end untuk memastikan keamanan data masyarakat yang berpengaruh pada kelancaran sistem pembayaran. ‘’BI juga mendukung pembiayaan hijau melalui berbagai instrumen kebijakan dalam mengantisipasi tantangan perubahan iklim,’’ tuturnya saat membuka peluncuran buku Kajian Stabilitas Keuangan (KSK) No. 41, di Solo, Senin (23/10).


Acara peluncuran KSK 41 dirangkai dengan seminar “Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM): Insentif untuk Kredit/Pembiayaan Sektor Pariwisata". Seminar tersebut difokuskan pada sektor pariwisata sebagai lanjutan dari seminar sebelumnya bertajuk Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial: Insentif untuk Kredit/Pembiayaan Sektor Perumahan yang digelar pada 4 Oktober 2023.

Beberapa isu yang dibahas dalam diskusi seminar KLM sektor pariwisata diantaranya terkait kontribusi perkembangan sektor pariwisata bagi perekonomian, strategi pengembangan sektor pariwisata, serta kebijakan yang ditempuh pemerintah untuk mendorong perkembangan sektor pariwisata.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan yaitu perwakilan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi kreatif, Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), serta Perbankan. (*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#bank indonesia #bi #Deputi Gubernur BI #komite stabilitas sistem keuangan #ltv #stabilitas sistem keuangan #SRBI #Inklusi Keuangan #kssk #makroprudensial #SBDK