Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

71 Ribu Perempuan Indonesia Memilih Chlidfree, Pemerintah: Wanita Tak Mau Punya Anak Mayoritas Kalangan Terdidik

Siti Nur Mukaromatun Nisa • Rabu, 20 November 2024 | 23:05 WIB
Ilustrasi childfree.
Ilustrasi childfree.

RADARTUBAN – Akun Instagram @asumsico membagikan postingan terkait survei Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan 71 ribu perempuan Indonesia mengadopsi konsep childfree atau tak ingin punya anak, pada Rabu (14/11).

Menurut penjelasan yang diulas oleh Guru Besar Ekonomi Demografi Universitas Indonesia (UI), Prof. Dra. Omas B. Samosir, Ph.D., konsep childfree merujuk pada keputusan individu dewasa atau pasangan untuk tidak memiliki keturunan, baik secara biologis maupun melalui adopsi.

Postingan tersebut mendapatkan 4.471 suka, 320 komentar, dan 422 dibagikan. Beberapa komentar menyebut alasan perempuan memilih childfree sebab budaya patriarki.

“Pendidikan mahal, kemiskinan tinggi, dan budaya patriarki membebankan pengasuhan anak kepada seorang ibu. Sementara perepmpuan dituntut untuk mencari nafkah ‘membantu’ suami. Di sisi lain masih harus membantu orang tua sebagai generasi sandwich. Memiliki anak menjadi tanggung jawab luar biasa besar bagi perempuan,” Komen akun @wil*_wil*.

“Kan Indonesia negara fatherless nomor tiga di dunia, patriarki. Anaknya kasihan, istrinya kasihan,” tulis akun @justro**87.

“Suka atau nggak, harus diakui bahwa nggak semua perempuan pingin punya anak. Hehehe. Apalagi lihat kondisi jaman sekarag, biaya pendidikan mahal, pendapatan kaum mid-end menengah ke bawah ngos-ngosan, belum lagi beban pengasuhan yang ditimpakan sebagian besar ke perempuan,"ungkap akun @tia.riz***.

Beruntung kalau suaminya nggak sekadar jadi suami, tapi juga bisa jadi sosok ayah. Belum lagi double burden perempuan di lingkungan patriarkis ekstrem, yang mana udah bekerja, tapi masih ngurusin pekerjaan domestik semuanya tanpa bantuan suami. Jadi, memang sebelum punya anak ada perspektif dan spektrum yang luas buat dipertimbangkan. Aku perempuan, aku menghargai siapa pun yang memutuskan childfree,” lanjut akun @tia.riz***.

Sementara itu, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, menjelaskan bahwa mayoritas perempuan yang memilih gaya hidup childfree umumnya berasal dari kalangan terdidik.

Bagi perempuan berpendidikan, mereka menyadari sepenuhnya bahwa membesarkan anak memerlukan kualitas yang tinggi.

Berbeda halnya dengan perempuan yang tidak memiliki pendidikan yang memadai, termasuk pengetahuan tentang anak. Seringkali, perempuan muda justru memilih untuk menikah dan memiliki banyak anak tanpa mempertimbangkan secara matang mengenai cara pengasuhan yang tepat.

"Bukan anak banyak rezeki, tapi harusnya bagaimana anak teredukasi, menjadi anak berkualitas," tutur Tan. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#badan pusat stastik (bps) #childfree #veronica tan #wakil menteri